December 17, 2010

0 Presentasi Sistem Kardiovaskuler

Setiap siklus jantung terdiri dari urutan peristiwa listrik dan mekanik yang saling terkait. Gelombang rangsang listrik tersebar melalui nodus SA melalui sistem konduksi menuju miokardium untuk merangsang konduksi otot. Rangsangan listrik ini disebut depolarisasi dan diikuti perubahan listrik kembali yang disebut repolarisasi. Respon mekaniknya adalah sistolik (kontraksi otot) dan diastolik (relaksasi otot). Aktivitas listrik sel yang dicatat secara grafik melalui elektroda intrasel memperlihatkan bentuk khas yang disebut potensial aksi. Dua jenis potensial aksi utama –respon cepat dan respon lambat- digolongkan berdasarkan kekuatan depolarisasi primer, baik saluran Na+ cepat atau saluran Ca++ lambat. Potensial aksi respon cepat ditemukan pada sel otot atrium dan ventrikel serta serabut Purkinje. Potensial aksi respon lambat pada nodus SA dan AV. Nodus SA, nodus AV, dan serabut Purkinje mampu melakukan eksitasi sendiri (automatisasi). Nodus SA merupakan pacemaker jantung yang dominan dengan kecepatan intrinsik 60 sampai 100 dpm. Kecepatan intrinsik nodus AV dan serabut Purkinje masing-masing secara berurutan adalah 40 sampai 60 dpm dan 15 sampai 40 dpm. (Wilson, 2005)
Aliran darah melalui perifer dipengaruhi oleh mekanisme pengaturan instrinsik dan ekstrinsik. Mekanisme pengaturan ekstrinsik yang utama adalah saraf simpatis. Pengaturan intrinsik aliran darah diatur oleh keadaan jaringan lokal dan sangat penting dalam optimasi aliran darah ke otak dan jantung. Aliran darah melalui pembuluh darah bergantung pada variabel yang berlawanan: perbedaan tekanan antara dua ujung pembuluh dan resistensi terhadap aliran. Hubungan variabel ini paling baik diyunjukkan dengan hukum Ohm: Q = ΔP / R. Berdasarkan hukum Ohm, aliran darah atau curah jantung, merupakan fungsi perbedaan tekanan dalam sistem pembuluh darah (MAP dikurang RAP), dan keadaan pembuluh resisten. Dilatasi arteriol menyebabkan penurunan resistensi dan peningkatan aliran darah. Sebaliknya, kontriksi arteriol meningkatkan peningkatan resistensi dan penurunan aliran darah. (Wilson, 2005)

Silahkan klik di sini untuk mendownload format presentasi teori sistem kardiovaskuler dan alitan darah selengkapnya.

December 14, 2010

0 Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Kolelitiasis/Koledokolitiasis

Kolelitiasis/koledokolitiasis merupakan adanya batu di kandung empedu, atau pada saluran kandung empedu yang pada umumnya komposisi utamanya adalah kolesterol. (Williams, 2003)

Penyebab Kolelitiasis/Koledokolitiasis
Penyebab pasti dari Kolelitiasis/Koledokolitiasis atau batu empedu belum diketahui. Satu teori menyatakan bahwa kolesterol dapat menyebabkan supersaturasi empedu di kandung empedu. Setelah beberapa lama, empedu yang telah mengalami supersaturasi menjadi mengkristal dan memulai membentuk batu. Tipe lain batu empedu adalah batu pigmen. Batu pigmen tersusun oleh kalsium bilirubin, yang terjadi ketika bilirubin bebas berkombinasi dengan kalsium.( Williams, 2003)
Patofisiologi Kolelitiasis/Koledokolitiasis
Ada dua tipe utama batu empedu: batu yang terutama tersusun dari pigmen dan batu yang terutama tersusun dari kolesterol.
  • Batu Pigmen Kemungkinan akan terbentuk bila pigmen yang tidak terkonjugasi dalam empedu mengadakan presipitasi (pengendapan) sehingga terjadi batu. Resiko terbentuknya batu semacam ini semakin besar pada pasien sirosis, hemolisis dan infeksi percabangan bilier. Batu ini tidak dapat dilarutkan dan harus dikeluarkan dengan jalan operasi.
  • Batu Kolesterol Kolesterol yang merupakan unsur normal pembentuk empedu bersifat tidak larut dalam air. Kelarutannya bergantung pada asam-asam empedu dan lesitin (fosfolipid) dalam empedu. Pada pasien yang cenderung menderita batu empedu akan terjadi penurunan sintesis asam empedu dan peningkatan sintesis kolesterol dalam hati; keadaan ini mengakibatkan supersaturasi getah empedu oleh kolesterol yang kemudian keluar dari getah empedu, mengendap dan membentuk batu empedu. Getah empedu yang jenuh oleh kolesterol merupakan predisposisi untuk timbulnya batu empedu dan berperan sebagai iritan yang menyebabkan perdangan dalam kandung empedu.
Infeksi bakteri dalam saluran empedu dapat berperan sebagian dalam pembentiukan batu empedu, melalui peningkatan dikuamasi sel dan pembentukan mukus. Mukus meningkatkan viskositas dan unsur seluler dan bakteri dapat berperan sebagi pusat presipitasi. Akan tetapi infeksi lenih sering menjadi akibat dari pembentukan batu empedu dari pada sebab pembentukan batu empedu.(Smeltzer, 2002)
Insidensi Kolelitiasis/Koledokolitiasis
Jumlah wanita berusia 20-50 tahun yang menderita batu empedu sekitar 3 kali lebih banyak dari pada laki-laki. Setelah usia 50 tahun, rasio penderita batu empedu hampir sama antara pria dan wanita. Insidensi batu empedu meningkat seiring bertambahnya usia.(Williams, 2003)

Tanda Dan Gejala Kolelitiasis/Koledokolitiasis
  • Rasa nyeri dan kolik bilier Jika duktus sistikus tersumbat oleh batu empedu, kandung empedu akan mengalami distensi dan akhirnya infeksi. Pasien akan menderita panas dan mungkin teraba massa padat pada abdomen. Pasien dapat mengalami kolik bilier disertai nyeri hebat pada abdomen kuadaran kanan atas yang menjalar ke punggung atau bahu kanan; rasa nyeri ini biasanya disertai mual dan muntah dan bertambah hebat dalam makan makanan dalam porsi besar. Pada sebagian pasien rasa nyeri bukan bersifat kolik melainkan persisten. Serangan kolik bilier semacam ini disebabkan kontraksi kandung empedu yang tidak dapat mengalirkan empedu keluar akibat tersumbatnya saluran oleh batu. Dalam keadaan distensi, bagian fundus kandung empedu akan menyentuh dinding abdomen pada daerah kartilago kosta 9 dan 10 kanan. Sentuhan ini menimbulkan nyeri tekan yang mencolok pada kuadran kanan atas ketika pasien melakukan inspirasi dalam dan menghambat pengembangan rongga dada.
  • Ikterus Obstruksi pengaliran getah empedu ke dalam dudodenum akan menimbulkan gejala yang khas, yaitu: getah empedu yang tidak lagi dibawa kedalam duodenum akan diserap oleh darah dan penyerapan empedu ini membuat kulit dan menbran mukosa berwarna kuning. Keadaan ini sering disertai dengan gejal gatal-gatal pada kulit.
  • Perubahan warna urine dan feses. Ekskresi pigmen empedu oleh ginjal akan membuat urine berwarna sangat gelap. Feses yang tidak lagi diwarnai oleh pigmen empedu aka tampak kelabu, dan biasanya pekat yang disebut “Clay-colored ”
  • Defisiensi vitamin Obstruksi aliran empedu juga akan mengganggu absorbsi vitamin A,D,E,K yang larut lemak. Karena itu pasien dapat memperlihatkan gejala defisiensi vitamin-vitamin ini jika obstruksi bilier berlangsung lama. Defisiensi vitamin K dapat mengganggu pembekuan darah yang normal.(Smeltzer, 2002)
  • Regurgitasi gas: flatus dan sendawa
Silahkan klik di sini untuk mendownload askep selengkapnya

December 11, 2010

0 Askep Hipoglikemia pada Neonatus

A. Pengertian
Hipoglikemi adalah suatu keadaan, dimana kadar gula darah plasma puasa kurang dari 50 mg/%. Populasi yang memiliki resiko tinggi mengalami hipoglikemi adalah:
- Diabetes melitus
- Parenteral nutrition
- Sepsis
- Enteral feeding
- Corticosteroid therapi
- Bayi dengan ibu dengan diabetik
- Bayi dengan kecil masa kehamilan
- Bayi dengan ibu yang ketergantungan narkotika
- Luka bakar
- Kanker pankreas
- Penyakit Addison’s
- Hiperfungsi kelenjar adrenal
- Penyakit hati

Type hipoglikemi digolongkan menjadi beberapa jenis yakni:
- Transisi dini neonatus ( early transitional neonatal ) : ukuran bayi yang besar ataupun normal yang mengalami kerusakan sistem produksi pankreas sehingga terjadi hiperinsulin.
- Hipoglikemi klasik sementara (Classic transient neonatal) : tarjadi jika bayi mengalami malnutrisi sehingga mengalami kekurangan cadangan lemak dan glikogen.
- Sekunder (Scondary) : sebagai suatu respon stress dari neonatus sehingga terjadi peningkatan metabolisme yang memerlukan banyak cadangan glikogen.
- Berulang ( Recurrent) : disebabkan oleh adanya kerusakan enzimatis, atau metabolisme insulin terganggu.

Silahkan klik di sini untuk mendownload askep hipoglikemia pada neonatus selengkapnya

0 Asuhan Keperawatan pada Aspirasi Mekonium

A. PENGERTIAN
Terisapnya cairan amnion yang tercemar mekonium ke dalam paru yang dapat terjadi pada saat intra uterin, persalinan dan kelahiran.

B. ETIOLOGI
- Riwayat persalinan postmatur
- Riwayat janin tumbuh lambat
- Riwayat kesulitan persalinan, riwayat gawat janin, asfiksia berat
- Riwayat persalinan dengan air ketuban bercampur mekonium

C. PENGKAJIAN
- Cairan amnion tercemar mekonium
- Kulit bayi diliputi mekonium
- Tali pusat dan kulit bayi berwarna hijau kekuningan
- Gangguan napas (merintih, sianosis, napas cuping hidung, retraksi, takipnue)
- Biasanya disertai tanda bayi lebih bulan

Silahkan klik di sini untuk mendownload askep lengkapnya

0 Askep Thermoregulasi pada Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah

A. DEFINISI
Bayi berat lahir rendah ( BBLR ) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram ( berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir ).
Ada dua macam BBLR yaitu :
1. Bayi yang kurang bulan ( KB / SMK ) : bayi yang dilahirkan dengan umur kurang dari 37 minggu.
2. Bayi kecil masa kehamilan ( KMK ) : bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir kurang dari persentie ke-10 kurva pertumbuhan janin.
Sedangkan Bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram disebut bayi berat lahir sangat rendah ( BBLSR ).

B. ETIOLOGI
Faktor Ibu :
• Umur ibu pada dibawah 20 tahun dan diatas 35 th
• Perdarahan antepartum
• Bahan teratogonik ( alcohol, radiasi, obat )
• Penyakit kronis
• Keadaan penyebab Infusifiensi plasenta ( penyakit jantung, ginjal, paru, hipertensi, dll )
• Malnutris
• Kelainan uterus
• Hidramnion
• Trauma
• Jarak kehamilan terlalu dekat
• Pekerjaan berat semasa hamil

Faktor Plasenta
• Penyakit Vaskuler
• Kehamilan ganda
• Malformasi
• Tumor
• Plasenta privea

Faktor Janin
• Kelainan kromosom
• Malformasi
• Infeksi congenital ( missal : rubella )
• Kehamilan ganda
• Ketuban pecah dini

Silahkan klik di sini untuk mendownload materi BBLR Thermoregulasi selengkapnya.

December 9, 2010

0 ASKEP NEFROLITIASIS DAN UROLITIASIS

A.Pengertian
Nefrolitiasis adalah adanya batu pada atau kalkulus dalam velvis renal, sedangkan urolitiasis adalah adanya batu atau kalkulus dalam sistem urinarius. Urolithiasis mengacu pada adanya batu (kalkuli) ditraktus urinarius. Batu terbentuk dari traktus urinarius ketika konsentrasi subtansi tertentu seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat meningkat.

B.Etiologi
Batu terbentuk dari traktus urinarius ketika konsentrasi subtansi tertentu seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat meningkat. Batu juga dapat terbentuk ketika terdapat defisiensi subtansi tertentu, seperti sitrat yang secara normal mencegah kristalisasi dalam urine. Kondisi lain yang mempengaruhi laju pembentukan batu mencakup pH urin dan status cairan pasien (batu cenderung terjadi pada pasien dehidrasi).

C.Patofisiologi
Batu dapat ditemukan disetiap bagian ginjal sampai kekandung kemih dan ukuran bervariasi dari defosit granuler yang kecil, yang disebut pasir atau kerikil, sampai batu sebesar kandung kemih yang berwarna oranye. Factor tertentu yang mempengaruhi pembentukan batu, mencakup infeksi, statis urine, periode immobilitas. Factor-faktor yang mencetuskan peningkatan konsentrasi kalsium dalam darah dan urine, menyebabkan pembentukan batu kalsium.

D.Manifestasi klinik
Adanya batu dalam traktius urinarius tergantung pada adanya obstruksi, infeksi, dan edema. Ketika betu menghambat aliran urin, terjadi obstruksi, menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi piala ginjal serta ureter proksimal. Infeksi dan sistisis yang disertai menggigil, demam, dan disuria dapat terjadi dari iritasi batu yang terus menerus. Beberapa batu, jika ada, menyebabkan sedikit gejala namun secara perlahan merusak unit fungsional ginjal. Sedangkan yang lain menyebabkan nyeri yang luar biasa dan menyebabkan ketidaknyamanan. Batu di piala ginjal mungkin berkaitan dengan sakit yang dalam dan terus menerus diarea konstovertebral. Hematuria dan piuria dapat dijumpai. Batu yang terjebak diureter menyebabkan gelombang nyeri yang luar biasa, akut, kolik, yang menyebar kepaha dan genitalia. Pasien merasa selalu ingin berkemih, namun hanya sedikit urin yang keluar dan biasanya mengandung darah akibat aksi abrasive batu. Batu yang terjebak dikandung kemih biasanya menyebabkan gejala iritasi dan berhubungan dengan infeksi traktus urinarius dan hematuria.

E.Evaluasi diagnostic
Diagnosis ditegakkan dengan studi ginjal, ureter, kandung kemih (GUK), uregrafi intravena, atau pielografi retrograde. Uji kimia darahdan urine 24 jam untuk mengukur kadar kalsium, asam urat, kreatinin, natrium, pH, dan volume total merupkan bagian dari upaya diagnostic. Riwayat diet dan medikasi serta riwayat adanya batu ginjal dalam keluarga didapatkan untuk mengidentifikasi factor yang mencetuskan terbentuknya batu pada pasien.

F.Penatalaksanaan
Tujuan dasar penatalaksanaan adalah untuk menghilangkan batu, menentukan jenis batu, mencegah kerusakan nefron, mengendalikan infeksi, dan mengurangi obstruksi yang terjadi.

PROSES KEPERAWATAN
A.Pengkajian
Aktivitas istirahat
Gejala : pekerjaan monoton, pekerjaan dimana pasien terpajang pada lingkungan bersuhu tinggi. Keterbatasan aktivitas/immobilisasi sehubungan dengan kondisi sebelumnya.
Sirkulasi
Tanda : peningkatan TD/nadi (nyeri, ansietas, gagal jantung). Kulit hangat dan kemerahan, pucat.
Eliminasi
Gejala : riwayat adanya ISK kronis, obstruksi sebelumnya (kalkulus), penurunan haluaran urine, kandung kemih penuh, rasa terbakar, dorongan berkemih, diare.
Tanda : oliguria, hematuria, piuria, dan perubahan pola berkemih.
Makanan/cairan
Gejala : mual/muntah, nyeri tekan abdomen, diet tinggi purin, kalsium oksalat, dan atau fosfat, ketidakcukupan pemasukan cairan, tidak minum air dengan cukup.
Tanda : distensi abdominal, penurunan atau takadanya bising usus, dan muntah.

B.Diagnosa keperawatan
1)Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan frekuensi/dorongan kontraksi ureteral.
2)Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan stimulasi kandung kemih oleh batu, iritasi ginjal atau ureteral.
3)Resiko tinggi terhadap kekuranganm volume cairanberhubungan dengan mual/muntah
4)Kurangnya pemngetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajang/mengingat, salah interpretasi informasi.

C.Intervensi dan perencanaan
1)Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan frekuensi/dorongan kontraksi ureteral.
a)Catat lokasi lamanya intensitas, dan penyebarannya
R/ membantu mengevaluasi tempat obstruksi dan kemajuan gerakan kalkulus
b)Jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan kestaff terhadap perubahan kejadian/karakteristik nyeri
R/ memberikan kesempatan terhadap pemberian analgesi sesuai waktu
c)Berikan tindakan nyaman, contoh pijatan punggung dan lingkungan istirahat.
R/ Meningkatkan relaksasi, menurungkan tegangan otot dan meningkatkan koping.
d)Berikan obat anti nyeri
R/ untuk menurungkan rasa nyeri
2)Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan stimulasi kandung kemih oleh batu, iritasi ginjal atau ureteral.
a)Awasi pemasukan dan pengeluaran serta karakteristik urine
R/ memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan adanya komplikasi
b)Tentukan pola berkemih pasien dan perhatikan variasi
R/ kalkulus dapat menyebabkan eksitabilitas saraf, yang menyebabkan sensasi kebutuhan berkemih segera.
c)Dorong meningkatkan pemmasukan cairan
R/ peningkatan hidrasi dapat membilas bakteri, darah, dan debris dan dapat membantu lewatnya batu
d)Awasi pemeriksaan laboratorium
R/ peninggian BUN, kreatinin, dan elektrolit mengindikasikan disfungsi ginjal.
3)Resiko tinggi terhadap kekuranganm volume cairanberhubungan dengan mual/muntah
a)Awasi pemasukan dan pengeluaran cairan
R/ membandingkan keluaran aktual dan yang diantisipasi membanu dalam evaluasi adanya kerusakan ginjal
b)Catat insiden muntah
R/ Mual/muntah secara umum berhubungan dengan kolik ginjal karena sartaf ganglion seliaka pada kedua ginjal dan lambung
c)Tingkatkan pemasukan cairan 3-4 liter/hari dalam toleransi jantung
R/ Mempertahankan keseimbangan cairan untuk homeostatis
d)Awasi tanda vital
R/ indikator hidrasi/volume sirkulasi dan kebutuhan intervensi
e)Berikan cairan IV
R/ mempertahankan volume sirkulasi meningkatkan fungsi ginjal
4)Kurangnya pemngetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajang/mengingat, salah interpretasi informasi.
a)Kaji ulang proses pemnyakit dan harapan masa depan
R/ memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi
b)Tekankan pentingnya pemasukan cairan
R/ pembilasan sistem ginjal menurungkan kesempatan statis ginjal dan pembentukan batu
c)Diaskusikan program pengobatan
R/ obat-obatan diberikan untuk mengasamkan atau mengalkalikan urine

D.Evaluasi
Dari intervensi yang dilakukan beberapa hasil yang kitaharapkan adalah sebagai berikut :
1)Nyeri hilang/terkontrol
2)Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan
3)Mencegah Komplikasi
4)Proses penyekit/prognosis dan program terapi dipahami

August 13, 2010

3 SEHAT DENGAN PUASA

KESEHATAN adalah nikmat yang tak terhingga dan patut untuk disyukuri. karena dengan kondisi sehat, segala aktivitas akan dapat terlaksana dengan lancar. Bagi umat muslim, Ramadhan adalah bulan suci untuk membina diri dan raga menjadi lebihj baik. Berpuasa selama satu bulan penuh menjadi kewajiban bagi muslim yang sudah Baligh.
Puasa dapat menjadikan tubuh lebih sehat. Berikut beberapa alasan mengapa puasa dapat membuat tubuh menjadi sehat :
  • Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, diabetes melitus, dan lain-lain.
  • Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan,
    Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
  • Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
  • Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  •  Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh,
  • Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh,
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh
BERBUKA DENGAN YANG MANIS
Disunahkan agar berbuka puasa diawali dengan makan buah kurma, atau dengan buah-buahan dan minuman yang manis seperti madu. Ajaran ini mengandung makna kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis merupakan bahan bakar siap pakai yang dapat segera diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian tubuh tidak disuplai oleh makanan dan minuman. Glukosa yang terkandung di dalam buah-buahan dan minuman yang manis merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Glukosa efektif dibutuhkan ketika tubuh memerlukan masukan energi yang diperlukannya.

MAKAN SAHUR
Anjuran sahur bukan semata-mata untuk mendapatkan tenaga yang prima selama menunaikan ibadah puasa, melainkan juga mengandung makna bahwa puasa perlu persiapan agar selama berpuasa produktivitas kerja dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh.
Pada beberapa orang, pada saat puasa mempunyai keluhan seperti merasa lemas dan lesu atau stamina menurun, juga gangguan pencernaan seperti perut kembung dan gangguan lambung. Beberapa bahan pangan tertentu seperti madu, jahe, kencur, temu lawak, dan bahan-bahan lainnya dapat digunakan untuk mengatasi stamina menurun, kembung, dan gangguan lambung pada saat puasa.

Berikut beberapa bahan alami yang dapat digunakan agar puasa tetap fit dan segar.

MADU
Khasiat : meningkatkan stamina serta mempertahankan stabilitias tubuh agar tetap sehat dan bugar, melancarkan proses metabolisme, untuk kecantikan dan awet muda, mencegah gangguan pencernaan, dan lain-lain

KURMA
Khasiat : meningkatkan stamina dan energi, mencegah & mengatasi anemia (kurang darah), melancarkan pembuangan, sebagai penenang (merileksasi sel otot tubuh yang tegang), mencegah pendarahan rahim.

JAHE (Zingiber officinale Rosc.)
Khasiat : meningkatkan stamina, mengatasi perut kembung, masuk angin, mual, muntah, sakit kepala, pusing, demam, dan lain-lain

TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza)
Khasiat : kolesterol tinggi, meningkatkan stamina tubuh/tonikum, kurang darah, radang lambung/maag, perut kembung, dan lain-lain.

KENCUR (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina tubuh, menghilangkan bau mulut, radang lambung, kembung, mual, muntah, masuk angin, dan lain-lain.

Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas)
Khasiat : perut kembung, peluruh kentut, masuk angin, gangguan lambung

KUNYIT (Curcuma domestica Val.)
Khasiat /efek ; radang lambung, memperlancar pengeluaran empedu sehingga mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.

KAPULAGA (Amomum cardamomum)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.

Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)
Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.

Demikian posting kali ini. semoga bisa membantu rekan Perawat menjalani aktivitas Keperawatan dengan kondisi tubuh yang sehat selama bulan Ramadhan.

July 28, 2010

2 RUU Keperawatan dan hari kemerdekaan 17 Agustus

Masih ingatkah rekan perawat pada hari keperawatan 12 Mei 2008. Segenap perawat di seluruh Indonesia melakukan aksi demi disahkannya RUU Keperawatan (RUUK). Kini perkembangan mengenai pembahasan RUUK terkesan tenggelam oleh berbagai masalah lain. dari kasus perbankan sampai kasus pornografi individual telah menenggelamkan semangat perjuangan pengesahan RUUK. Haruskah kita demo terus, ataukah memang perlu diadakan mogok nasional agar suara Perawat dapat didengar, atau kita sama-sama mengumpulkan uang untuk membeli pengesahan itu.

Jika menilik perjuangan perawat dalam menegakan kemerdekaan RI, hal ini sangatlah tidak pantas, bukan anggota DPR yang berjuang di lapangan bersama pejuang untuk merebut kemerdekaan, bukan pula mentri kesehatan yang mendampingi pejuang mempertahankan kemerdekaan, tetapi para perawat yang senantiasa mendampingi para pejuang dalam perang kemerdekaan. lalu, apa balasan yang perawat terima sekarang. Nasib kita sama dengan para veteran yang setelah menyerahkan seluruh hidupnya untuk meraih kemerdekaan yang hanya bisa menjadi buruh pada masa tua nya.

Lalu apa arti kata "Merdeka" yang sebentar lagi akan kita rayakan. Bagi mereka yang telah memiliki kedudukan tinggi di atas sana, mereka mungkin telah meraih kemerdekaan. tapi bagi para veteran dan perawat, yang dulu sama-sama berjuang meraih kemerdekaan. Arti kata merdeka masih dalam angan-angan. Mungkin Ya sekarang kita tidak dijajah lagi. Namun, tak sadarkah rekan, bahwa sebenarnya sekarang kita telah dijajah oleh wakil kita sendiri. Bagi pemimpin muslim, tak wajar bila mereka mampu menikmati hidup sementara rakyatnya masih banyak yang kekurangan. Tak layak mereka meributkan kenaikan gaji dan peningkatan sarana pribadi jika masih banyak anak negeri yang kurang beruntung.

Sekarang, saatnya kita harus "MARAH"

Jika RUUK tidak disahkan tahun ini juga, jangan harap Keperawatan Indonesia akan maju. Jika tahun ini Kita belum Merdeka. tidak ada jalan lain selain "MOGOK NASIONAL". Jika tahun ini RUUK masih menjadi wacana, buat apa kita tiap lima tahun memilih wakil kita. Ayo kobarkan kembali SEMANGAT UNTUK MENGSAHKAN RUUK. Jangan biarkan pengesahan RUUK tenggelam ditelan isu kalangan atas saja.

90% TENAGA KESEHATAN INDONESIA ADALAH PERAWAT. JIKA SEMUA PERAWAT MELAKUKAN MOGOK KERJA. MAKA DUNIA KESEHATAN INDONESIA AKAN MENGALAMI KEMUNDURAN KARENA KITA LAH UJUNG TOMBAK PELAYANAN KESEHATAN INDONESIA. BIARKAN MEREKA MERASAKAN SUSAHNYA BILA TAK ADA PERAWAT. AYO. JANGAN LOYO PERAWAT INDONESIA. BANGKIT DAN BERTERIAKLAH.

June 17, 2010

2 Memasang Kateter

Perawatan Kateter
A TAHAP PRE INTERAKSI
- Kaji pasien dan check rencana medis
- Tentukan prosedur dengan kateter langsung atau menetap
- Tentukan tipe dan ukur kateter
- Siapkan alat :

• Foley kateter
• Urin bag
• Sarung tangan disposable
• Sarung tangan steril
• Kom kecil berisi cairan antiseptic
• Jelly
• Spuit 10cc
• Plester
• Bengkok
• Gunting perban/ plester
• Pinset steril
• Perlak
• Duk bolong
• Kapas sublimate
Tahap OrientasiI
• Identifikasi pasien
• Jelaskan prosedur dan tujuan pemberian tindakan kateterisasi
Tahap Kerja
1 Pasang sampiran
2 Dekatkan alat-alat ke dekat pasien
3 Atur lampu atau penerang
4 Atur posisi
a Pasien anak atau pasien tidak sadar dengan bantuan
b Pasien wanita dengan posisi dorsal recumbent
c Pasien laki-laki dengan supine
B Tahap kerja
a Mencuci tangan
b Kenakan sarung tangan disposable
c Membuka pakaian bawah
d Pasang perlak dibawah bokong
e Mendekatkan bengkok dekat bokong
f Pasang duk bolong
g Bersihkan bagian meatus uretra
PADA KLIEN WANITA
a Gunakan tangan tidak dominant untuk membuka labia mayora dengan menggunakan ibu jari dari telunjuk.
b Kemudian bersihkan meatus dengan cairan antiseptic dengan menggunakan pinset dari arah atas ke bawah, dilanjutkandengan labia minora, dan selanjutnya daerah mayora.
PADA KLIEN PRIA
a Pegang penis dengan menggunakan tangan tidak dominant
b Bersihkan daerah meatus dengan cairan antiseptic menggunakan tangan dominant dengan menggunakan pinset.
- Bersihkan meatus dengan gerakan melingkar dari dalam keluar
- Bila peril dilanjutkan bersihkan gland penis dari atas ke bawah.

h Lepaskan earung tangan disposable
i Dekatkan alat dengan klien
j Buka set kateter dan pertahankan daerah steril pada kateter
k Jika drainage bagian masih terpisah, buka dan hubungkan ke kateter
l Kenakan sarung tangan steril
m Pasang kateter ;
PADA KLIEN WANITA
- Masih menggunakan tangan yang tidak dominant, buka kembali labia mayora untuk menemukan meatus uretra
- Dengan tangan dominant, masukan kateter pada meatus uretra ±5 -7.5 cm atau sampai urin keluar.
PADA KLIEN PRIA
- Tegakkan penis dengan posisi 90o, masukkan kateter dengan tangan dominant ±17.5 – 20 cm atau sampai urin keluar.

n Jika menggunakan kateter tetap, masukkan aquabidest ± 20cc
o Fiksasi kateter ke pasien
- Untuk laki-laki di bawah abdomen
- Untuk wanita dipah atau dengan longgar diatas kaki tanpa fiksasi
p Fiksasi urine bag ke tempat tidur
q Atur posisi pasien senyaman mungkin
r Rapihkan alat
s Cuci tangan

C Tahap Terminasi
Evaluasi dengan menggunakan criteria sbb:
- Kateter tetap, drainage lancer atau kateter langsung masuk dan lepaskan tanpaketidaknyamanan
- Pasien merasa nyaman
- Terminasi
D Dokumentasi
1 Tanggal dan jam
2 Tipe dan ukuran kateter
3 Apakah specimen sudah diisi
4 Jumlah urine
5 Deskripsi urine
6 Respon pasien terhadap prosedur.

3 Up Hecting/ Mengangkat Jahitan

LAngkah-langkah perawatan/ up hecting
PERSIAPAN ALAT
1 Hekting set
2 Kasa steril/ plester
3 Betadine 10%
4 Bengkok

5 Menjelaskan tindakan
6 Mengatur posisi
7 Mencuci tangan
8 Angkat balutan, lepas plester
9 Balutan dibuang ke bengkok
10 Observasi luka jahitan bila luka kering jahitan dibuka menggunakan pinset cirurgis dan gunting up hekting/ lurus sambil menganjurkan klien untuk menarik nafas dalam.
11 Benang jahitan dibuang kedalam bengkok
12 Tutup luka dengan kasa steril menggunanakan betadine
13 Lalu fiksasi dengan plester
14 Bersihkan alat
15 Mencuci tangan

2 PERAWATAN LUKA

Berikut adalah prosedur pelaksanaan perawatan luka
PERSIAPAN ALAT
Peralatan steril
1. Pinset anatomis 2bh/ sarung tangan
2. Pinset cirurgis 1bh
3. Kom kecil 2bh
4. Gunting lurus (bila diperlukan)
5. Kasa steril
6. Kapas lidi
7. Betadine 10% dalam tempatnya
8. NaCl 0.9% / rivanol

Peralatan tidak steril
1. Gunting perban
2. Plester / perban gulung
3. Perlak
4. Bengkok
5. Wash bensin
PERSIAPAN PASIEN
1. Menjelaskan tindakan
2. Perhatikan privacy pasien
3. Mengatur posisi
PROSEDUR KERJA
1. Peralatan didekatkan
2. Mencuci tangan
3. Perlak dipasang di daerah yang luka, bengkok di dekatkan (dari arah dalam
keluar) dan bila balutan menggunakan perban dibuka dengan gunting.
4. Balutan dibuang ke bengkok menggunakan pinset cirurgis
5. Pinset cirurgis yang telah dipakai disimpan ke dalam bengkok
6. Bersihkan luka dengan kasa steril yang sudah dibasahi oleh antiseptic (NaCl 0.9%
/ rivanol) menggunakan pinset anatomis dari arah atas ke bawah dan dari dalam ke
luar, kasa kotor dibuang ke bengkok keringkan lika dengan kasa steril sampai
kering, serat kasa jangan sampai melekat pada luka.
7. Luka ditutup dengan kasa yang diberikan betadine 10%, luka ditutup lagi dengan
kasa steril, fiksasi menggunakan plester/ dibalut dengan perban.
8. Mengatur posisi pasien kembali
9. Peralatan dibersihkan/dirapihkan
10. Cuci tangan
11. Catat respon pasien

June 13, 2010

0 Announcement

Sehubungan dengan hilangnya account webemaster07@yahoo.co.id, kini admin blog ini telah dialihkan ke account g-mail. bila rekan yang memiliki kritik, saran, masukan, sumbangan artikel bagi blog keperawatan ini harap kirim e-mail ke alamat idadhyde@gmail.com.

Terimakasih

June 7, 2010

0 Vulva Hygiene dan Perineum

PERSIAPAN ALAT
- Perlak
- Kapas sublimat/ desinfektan
- Bethadine
- Pinset Anatomis/ Sarung tangan
- Kassa Steril
- Lidi Kapas
- Selimut extra duk/ pembalut wanita/ pakaian dalam bersih
- Pispot
- Bengkok
- Botol air cebok
- Sampiran

PERSIAPAN PASIEN
- Dekatkan Alat-alat
- Menjelaskan Tindakan
- Memasang sampiran (Provasi)
- Atur posisi klien
PROSEDUR KERJA
- Mencuci tangan
- Mengganti selimut
- Membuka pakaian bawah, posisi lutut ditekuk, memasang alas (perlak), sorongkan
pispot
- Dekatkan bengkok
- Membuka daerah vulva dan menyiramnya dengan air desinfektan
- Membersihkan labia mayora, minora (daerah vulva) dari arah atas ke bawah dengan
kapas sublimat
- Keringkan dan angkat pispot
- Beri bethadine/ kassa bethadine pada daerah perineum (bila ada luka episiotomi)
- pasang pembalut dan pakaian bawah
- Angkat pengalas
- Bereskan alat-alat
- Mencuci tangan
- Catat respon klien

June 2, 2010

0 Melakukan Irigasi telinga

PERSIAPAN ALAT
Cairan yang diperlukan (H2O2 atau sesuai dengan instruksi medis)
Spuit 10 cc steril tanpa jarum
Perlak
Handuk
Kapas Bulat
Lida Kapas Steril
Kassa steril
Korentang Steril
Piala ginjal
Pipet

PERSIAPAN KLIEN
Memberitahu dan menjelaskan mengenai prosedur yang akan dilakukan
Memasang Sampiran
PROSEDUR KERJA
Perawat Mencuci tangan
Atur posisi klien tidur miring atau duduk tegak dengan kepala miring dengan posisi telinga yang akan dirawat di bagian atas
Meletakan perlak kemudian handuk di sekitar bahu, letakan piala ginjal di bawah telinga
Mengisi Spuit / pipet dengan obat yang telah disediakan
Masukan cairan ke dalam telinga (Daun telinga ditarik ke belakang, semprotkan cairan secara perlahan)
Observasi warna dan jumlah cairan yang keluar
Atur posisi miring dengan posisi telinga yang dirawat berada di bawah untuk membantu pengeluaran cairan.
Telinga ditutup kassa steril
Membereskan Alat-alat
Mencuci tangan
SIKAP
Hati-hati
Sabar
Tidak menunjukkan rasa jijik

May 17, 2010

0 Askep Nutrisi : Lebih dari kelebihan tubuh, perubahan

Pengertian :
Keadaan individu yang mengalami kelebihan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolic.
Tujuan :
Mengatasi masalah kelebihan nutrisi
Kriteria ;
BB dalam rentang normal
Pola aktivitas meningkat dan sesuai dengan asupan kalori
Hasil laboratorium indicator status nutrisi dalam rentang normal (albumin, Hb, glukosa)

Diagnosa Keperawatan :
Perubahan nurisi lebih dari kebutuhan tubuh b.d.
- Asupan yang berlebih
- Pola makan disfungsional
- Kurangnya latihan fisik
Tindakan Keperawatan :
- Kaji factor yang berkaitan dengan kenaikan berat badan klien
- Bantu pasien untuk menyesuaikan diit dengan gaya hidup dan tingkat aktivitas
- Ajarkan pola nutrisi dan pola aktivitas yang sesuai dengan klien
- Lakukan penimbangan berat badan
- Jelaskan pada klien dan keluarga jenis nutrisi yang sesuai untuk klien
Kolaborasi :
- Berikan terapi medikamentosa sesuai program

May 16, 2010

6 Askep Nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh, perubahan

Pengertian :
Keadaan individu yang mengalami kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolik
Tujuan :
Mengatasi masalah kekurangan asupan nutrisi.
Kriteria :
- Berat badan stabil atau meningkat
- Porsi makan habis
- Nafsu makan meningkat
- Hasil laboratorium indicator statys nutrisi dalam rentang normal (Hb, Albumin, Glukosa)

Diagnosa Keperawatan :
- Perubahan nutrisi kurang dari kebuuhan tubuh b.d kelemahan otot menelan dan penurunan kesadaran
- Risiko tinggi pemenuhan nutrisi kurang dari kebuuhan tubuh b.d. peningkatan metabolisme dan anoreksia
- Perubahan nutrisi kurang dari kebuuhan tubuh b.d gangguan absorpsi nutrient dan hipermetabolik
- Perubahan nutrisi kurang dari kebuuhan tubuh b.d anoreksia, gangguan digesti dan absorpsi nutrient
Tindakan Keperawatan :
- Kaji factor yang menyebabkan anorexia, mual/ muntah
- Kaji dan dokumentasikan derajat kesulitan menelan
- Timbang BB tiap hari
- Lakukan oral hygiene
- Berikan makanan selagi hangat
- Berikan makan porsi kecil tapi sering
- Hindari prosedur invasive sebelum makan
- Bantu makan sesuai kebutuhan kalori harian
- Monitor hasil laboratorium khususnya albumin, Hb, glukosa
- Jelaskan pada klien dan keluarga jenis nutrisi yang sesuai dan pentingnya nutrisi bagi tubuh klien.
Kolaborasi :
- Pasang NGT sesuai program medis
- Berikan makanan per sonde sesuai program
- Berikan terapi medikamentosa sesuai program
- Berikan nutrisi parenteral atau albumin per Iv sesuai program

0 Askep Ketidakefektifan Perfusi Jaringan

Pengertian :
Suatu penurunan jumlah oksigen yang mengakibatkan kegagalan untuk memlihara jaringan pada tingkat kapiler.
Tujuan :
Mengatasi masalah ketidakefektifan perfusi jaringan dan mencegah komplikasi yang ditimbulkan.

Kriteria :
- Menunjukkan Status sirkulasi, ditandai dengan indicator berikut (nilai 1-5 : ekstreem, berat, sedang, ringan atau tidak ada gangguan)
- TD sistolik dan diastolic dalam rentang yang diharapkan
- Tidak ada hipotensi orthostatic
- Tidak ada bising pembuluh darah besar
- Menunjukkan kemampuan kognitif, ditandai dengan indicator berikut (nilai 1-5 : ekstreem, berat, sedang, ringan atau tidak ada gangguan)
- Berkomunikasi dengan jelas dan sesuai dengan usia serta kemampuan
- Menunjukkan perhatian, konsentrasi dan orientasi
- Menunjukkan memori jangka lama dan saat ini, membuat keputusan yang benar
- Tidak terdapat sianosis dan suhu ekstremitas dalam rentang normal
- Capillary refill time (CRT) < 3 detik Diagnosa Keperawatan : - Perubahan perfusi jaringan serebral b.d. proses peradangan pada selaput otak - Perubahan perfusi jaringan b.d. hipoventilasi, hipervolemia - Perubahan perfusi jaringan b.d. gangguan transport oksigen melalui alveolar dan membrann kapiler, penurunan mekanis dari aliran daran arteri dan vena Tindakan Keperawatan : - Monitor tekanan darah, frekuensi pernapasan dan denyut nadi - Monitor status hidrasi (intake dan output)/ 8 jam - Monitor tingkat kesadaran (GCS) - Monitor hasil laboratorium yang terkait dengan etiologi gangguan perfusi - Pertahankan tirah baring dengan posisi kepala lebih tinggi 15-30O - Perhatikan adanya keluhan nyeri dada, palpitasi, sakit kepala - Pantau perfusi perifer dengan mengkaji kekuatan nadi perifer, CRT, warna dan suhu kapiler - Anjurkan latihan rentang gerak aktif/ pasif selama tirah baring jika diperlukan Kolaborasi : - Berikan oksigen lkembap sesuai program - Berikan terapi medikamentosa sesuai program - Berikan tranfusi sesuai program

April 29, 2010

0 Askep Gangguan pertukaran gas

MASALAH KEPERAWATAN :
Gangguan pertukaran gas
PENGERTIAN :
Kelebihan dan kekurangan oksigen dan/ atau eliminasi karbondioksida di membrane kapiler-alveolar
TUJUAN :
Mengatasi masalah gangguan pertukaran gas
KRITERIA :
- Tidak ada peningkatan kerja napas
- Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan/ retraksi dan ekspansi dada asimetris
- Ronchi/ crackles berkurang s.d. hilang
- AGD dalam batas normal
- TTV dalam batas normal

DIAGNOSA KEPERAWATAN :
- Gangguan pertukaran gas b.d.
- Penurunan pemgembangan paru
- Penurunan luas paru efektif untuk pertukaran gas
- Penumpukan cairan di alveolus (effuse pleura)
TINDAKAN KEPERAWATAN :
- Kaji status pernapasan secaraperiodik, catat adanya perubahan pada usaha tingkatan hipoksia
- Auskultasi bunyi paru secara periodic, catat kualitas bunyi napas, wheezing, ekspirasi memanjang dan observasi kesimetrisan gerakan dada
- Kaji adanya sianosis
- Auskultasi irama dan bunyi jantung
- Bantu klien untuk beristirahat dengan menjaga ketenangan lingkungan
- Posisikan klien dalam posisi nyaman (fowler atau semi fowler)
- Ajarkan dan motivasi klien untuk melakukan pernapasanmulut/ bibir (pursed lip)
- Monitor keseimbangan intake dan output cairan
- Monitor saturasi oksigen (bila Pulse Oximetri ada)
- Monitor kepatenan selang WSD
- Monitor keluaran WSD dan lakukan penggantian botol WSD dengan benar
PENDIDIKAN KESEHATAN :
- Jelaskan penggunaanperalatan pendukung dengan benar (oksigen, pengisapan, spirometer, inhaler, dan intermitten pressure breathing/IPPB)
- Ajarkan teknik relaksasi napas dalam
- Ajarkan teknik batuk efektif
TINDAKAN KOLABORASI :
- Awasi/ batasi pemberian cairan peroral maupun parenteral
- Monitor ventilator
- Observasi Fi O2
- Pastikan kelembapan O2 adekuat
- Monitor kadar PO dan PCO
- Lakukan pemeriksaan AGD
- Monitor Rontgen paru secara berkala
- Berikan terapi medikamentosa sesuai program

0 Askep Pola napas tidak efektif

MASALAH KEPERAWATAN :
Pola napas tidak efektif
PENGERTIAN :
Inspirasi dan/ atau ekspirasi yang tidak member ventilasi yang adekuat
TUJUAN :
Mengatasi masalah pola napas tidak efektif
KRITERIA :
- Tidak ada peningkatan kerja pernapasan
- Tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan/ retraksi dan ekspansi dada asimetris
- Tidak ada dispnea dan sianosis
- AGD dalam batas normal
- TTV dalam batas normal
- Tidak ada bunyi napas tambahan

DIAGNOSA KEPERAWATAN :
Pola napas tidak efektif b.d.
- Fatigue, perubahan rasio O2 dan CO2
- Ansietas, hiperventilasi, sindrom hipoventilasi
- Nyeri
- Deformitas tulang, cedera tulang belakang
- Disfungsi neuromuscular
- Obesitas
TINDAKAN KEPERAWATAN :
- Kaji ulang penyebab gagal pernapasan
- Observasi pola napas
- Auskultasi bunyi paru secara periodic, catat kualitas bunyi napas, wheezing, ekspirasi memanjang dan observasi kesimetrisan gerakan dada
- Tentukan lokasi dan luasnya krepitasi di tulang dada
- Pastikan pernapasan selaras dengan vgentilator dan tidak ada perlawanan (Fighting)
- Pasang dan isi balon fiksasi ETT dengan tepat
- Siapkan alat resusitasi dekat dengan klien, lakukan ventilasi manual jika diperlukan
PENDIDIKAN KESEHATAN :
- Ajarkan pada klien dan keluarga teknik relaksasi untuk meningkatkan pola napas efektif
- Ajarkan cara batuk efektif
- Diskusikan mengenai rencana perawatan di rumah
TINDAKAN KOLABORASI :
- Seting ventilator dan sesuaikan pola ventilator dengan kondisi klien
- Observasi konsintrasi O2 (Fi O2) yang diberikan
- Anjurkan napas dalam melalui abdomen selama periode distress pernapasan
- Catat tyekanan dan monitor gelombang tekanan jalan napas
- Jamin kelembapan dan temperature udara inspirasi dan cek secara berkala
- Set dan cek alarm ventilator

April 28, 2010

1 Askep Bersihan jalan napas tidak efektif

MASALAH KEPERAWATAN :
Bersihan jalan napas tidak efektif
PENGERTIAN :
Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi saluran pernapasan guna mempertahankan jalan napas yang bersih
TUJUAN :
Mengatasi masalah ketidakefektifan jalan napas
KRITERIA :
- Bunyi napas bersih (vesikuler)
- Irama dan kedalaman napas normal
- Tidak ada dispnea atau sianosis
- Klien tenang
- Istirahat tidur terpenuhi
- AGD dalam batas normal
- Secret encer dan mudah dilakuakn suctioning

DIAGNOSA KEPERAWATAN :
- Gangguan pola istirahat tidur b.d. kesulitan bernapas (pembengkakan sub mukosa hidung, vasodilatasi pembuluh darah)
- Bersihan jalan napas tidak efektif b.d. inflamasi trakheobronkial, edema dan peningkatan produksi sputum, menurunnya fungsi fisiologis saluran pernapasan, ketidakmampuan batuk, adanya benda asing (ETT, Corpus alienum)
- Kerusakan pertukaran gas b.d. perubahan membrane alveolar-kapiler
- Bersihan jalan napas tidak efektif b.d. obstruksi jalan napas, spasme jalan napas, penumpukan secret
TINDAKAN KEPERAWATAN :
- Kaji kepatenan jalan napas
- Kaji pengembangan dada, kedalaman dan kemudahan bernapas dan auskultasi bunyi paru
- Monitor tekanan darah, frekuensi pernapasan dan denyut nadi
- Monitor lokasi selang endotrakheal/ gudel dan fiksasi dengan hati-hati
- Perhatikan batuk yang berlebihan, meningkatnya dispnea, adanya secret pada selang endotrakeal/ gudel dan adanya ronchi
- Lakukan suction bila diperlukan, batasi lamanya suction kurang dari 15 detik dan lakukan pemberian oksigen 100% sebelum melakukan suction
- Observasi hasil pemeriksaan GDA
- Anjurkan untuk minum air hangat
- Berikan posisi yang nyaman (fowler/ semi fowler)
- Bantu klien untuk melakukan latihan batuk efektif bila memungkinkan
- Lakukan fifioterapi dada sesuai indikasi : Postural drainase, perkusi dan vibrasi
- Motivasi dan berikan minum sesuai dengan kebutuhan cairan (40-50 cc/kg BB/24 jam)
PENDIDIKAN KESEHATAN :
- Jelaskan penggunaanperalatan pendukung dengan benar (oksigen, pengisapan, spirometer, inhaler, dan intermitten pressure breathing/IPPB)
- Instruksikan pada klien dan keluarga kepada rencana perawatan di rumah (pengobatan, hidrasi, nebulisasi, peralatan, drainase postural, tanda dan gejala komplikasi, sumber-sumber di komunitas)
- Instruksikan klien mengenai batuk efektif dan teknik napas dalam untuk memudahkan keluarnya sekresi
- Ajarkan pada klien/ keluarga tentang pentingnya perubahan pada sputum (warna, karakter, jumlah dan bau)
TINDAKAN KOLABORASI :
- Berikan oksigen lembab sesuai program
- Berikan terapi sesuai program

0 Asuhan Keperawatan pada Hipertermi

MASALAH KEPERAWATAN :
Hipertermi
PENGERTIAN :
Keadaan dimana seorang individu mengalami peningkatan suhu tubuh di atas 37,80C peroral atau 38,80C perrektal karena factor eksternal (Carpenito, 1995)
TUJUAN :
Mengatasi masalah peningkatan suhu tubuh untuk mencegah kekurangan cairan atau komplikasi lainnya akibat hipertermi.
KRITERIA :
Suhu 36 – 37,500C, Keluhan demam hilang, menggigil hilang, turgor kulit elastic, TTV dalam rentang normal (Tekanan darah, Nadi, CVP dan JVP)

DIAGNOSA KEPERAWATAN :
- Resiko kekurangan volume cairan b.d. hipertermi
- Gangguan peningkatan suhu tubuh b.d. viremia sekunder terhadao invasi virus, kuman
- Hipertermi b.d. peningkatan metabolism, pengobatan, anesthesia
- Hipertermi b.d. dehidrasi
TINDAKAN KEPERAWATAN :
- Monitor suhu tubuh
- Monitor tekanan darah, frekuensi permapasan dan denyut nadi
- Monitor intake dan output setiap 8 jam
- Anjurkan banyak minum bila tidak ada kontraindikasi
- Pertahankan ventilasi udara yang cukup di ruangan
- Berikan kompres hangat
- Gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat
- Anjurkan klien untuk bedrest total
- Pantau status hidrasi klien
PENDIDIKAN KESEHATAN :
- Ajarkan cara kompres dengan benar
- Jelaskan pentingnya cairan untuk mempertahankan suhu tubuh yang normal
TINDAKAN KOLABORASI :
- Pertahankan cairan intravena sesuai program
- Berikan antipiretik sesuai program
- Berikan terapi untuk penyebab demam sesuai program

April 20, 2010

3 Technorati, Adsense, Ga Support Bahasa Indonesia MENGAPA???

Mungkin Posting kali ini adalah sebuah bentuk protes terhadap "Dua Pendukung Blog" kebanyakan, yaitu Technorati yang disebut-sebut mampu memberikan extra "trafic" dan Adsense sebagai penghasil extra "Cash". Sayangnya Senyum Perawat gagal pada keduanya. Alasan Bahasa lah yang menjadi faktor gagalnya blog ini menembus keduanya. Wah kalau sampai harus merubah bahasa, ga sanggup dech, my english so terrible, trus kebanyakan visitor senyum perawat kan masyarakat keprawatan indonesia.
Saat menerima ucapan selamat dari Technorati atas keberhasilan blog ini di claim, senengnya minta ampun, tapi pas di baca lagi....mengecewakan, ada tapinya, kira-kira begini nih mas technorati ngomongnya
Mar 13, 2010. Congratulations, your claim is now complete! However, since it is not an English site, we are not currently able to index your posts. Please see http://technorati.com/non-english-faq for more details.
Dengan sedikit asa, ku kunjungi http://technorati.com/non-english-faq. dan inilah kata-katanya.

Handling of Non-English Blogs
The new Technorati.com is focused on the English-language blogosphere and can no longer fully support non-English blogs. Non-English sites can still be claimed and all existing claims are still valid, but we are not currently indexing posts from non-English sites for searching or authority calculations.
We appreciate that many non-English bloggers have been long-time users of Technorati and regret that we can no longer provide full services to the vibrant multilingual blogosphere. Unfortunately, we simply do not have the ability or resources necessary to properly filter sites in languages other than English and to prevent non-English spam from polluting all of our data and services.
Alasan Spamming lah yang menjadikan Technorati belum mau mengindex blog berbahasa selain English, Apa ga bisa pake captcha gitu biar mencegah spamming. HUHHH
KAPAN DONG OH MAS TECHNORATI YANG BAIK BISA MENDUKUNG BAHASA SELAIN ENGLISH> CEPET YA> KITA GA BAKALAN SPAMMING KOQ

April 18, 2010

1 Harga Diri Rendah

Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan ( Townsend, 1998 ).
Menurut Schult & Videbeck ( 1998 ), gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diiri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung
Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan. (Budi Ana Keliat, 1999).
Jadi dapat disimpulkan bahwa perasaan negatif terhadap diri sendiri yang dapat diekspresikan secara langsung dan tak langsung.

Tanda dan gejala :
Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi)
Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri)
Gangguan hubungan sosial (menarik diri)
Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan)
Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien akan mengakiri kehidupannya.
(Budi Anna Keliat, 1999)

Penyebab dari harga diri rendah
Salah satu penyebab dari harga diri rendah yaitu berduka disfungsional. Berduka disfungsional merupakan pemanjangan atau tidak sukses dalam menggunakan respon intelektual dan emosional oleh individu dalam melalui proses modifikasi konsep diri berdasarkan persepsi kehilangan.

Tanda dan gejala :
Rasa bersalah
Adanya penolakan
Marah, sedih dan menangis
Perubahan pola makan, tidur, mimpi, konsentrasi dan aktivitas
Mengungkapkan tidak berdaya

Akibat dari harga diri rendah
Harga diri rendah dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri. Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins,1993).

Tanda dan gejala :
Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul
Menghindar dari orang lain (menyendiri)
Komunikasi kurang/tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain/perawat
Tidak ada kontak mata, klien sering menunduk
Berdiam diri di kamar/klien kurang mobilitas
Menolak berhubungan dengan orang lain, klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap
Tidak/ jarang melakukan kegiatan sehari-hari.
(Budi Anna Keliat, 1998)

0 Transfusi dan Transplantasi

Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran darah orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar yang diakibatkan trauma, operasi, atau karena tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah.
Transplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat ke tempat lain pada tubunya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu. Teknik transplantasi, dimungkinkan untuk memindahkan suatu organ atau jaringan tubuh manusia yang masih berfungsi baik, baik dari orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, ke tubuh manusia lain. Dalam penyembuhan suatu penyakit, adakalanya transplantasi tidak dapat dihindari dalam menyelamatkan nyawa si penderita.

Transplantasi atau pencangkokan organ tubuh diantara sesama manusia, disebut juga allotransplantation, telah menyelamatkan ribuan penderita kegagalan organ utama dari kematian dan penderitaan. Ribuan kornea mata, ginjal, jantung, sumsum tulang belakang dan hati yang sehat secara fisologis, dicangkokan kepada pasien yang sebagian menghadapi keputusasaan. Kegagalan organ yang bermuara pada kematian merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting pada komunitas modern dewasa ini .
Berdasarkan prinsip-prinsip ajaran agama, dibenarkan dan dianjurkan agar umat Hindu melakukan tindakan transplantasi organ tubuh sebagai wujud nyata pelaksanaan kemanusiaan (manusa yajna). Tindakan kemanusiaan ini dapat meringankan beban derita orang lain. Bahkan, transplantasi organ tubuh ini tidak hanya dapat dilakukan pada orang yang telah meninggal, melainkan juga dapat dilakukan pada orang yang masih hidup, sepanjang ilmu kedokteran dapat melakukannnya dengan tetap mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan .
Menurut ajaran Hindu transplantasi organ tubuh dapat dibenarkan dengan alasan, bahwa pengorbanan (yajna) kepada orang yang menderita, agar dia bebas dari penderitaan dan dapat menikmati kesehatan dan kebahagiaan, jauh lebih penting, utama, mulia dan luhur, dari keutuhan organ tubuh manusia yang telah meninggal. Tetapi sekali lagi, perbuatan ini harus dilakukan diatas prinsip yajna yaitu pengorbanan tulus iklas tanpa pamrih dan bukan dilakukan untuk maksud mendapatkan keuntungan material. Alasan yang lebih bersifat logis dijumpai dalam kitab Bhagawadgita II.22 sebagai berikut: “Wasamsi jirnani yatha wihaya nawani grihnati naro’parani, tatha sarirani wihaya jirnany anyani samyati nawani dehi” Artinya: seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru dan membuka pakaian lama, begitu pula Sang Roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan lama yang tiada berguna. Kematian adalah berpisahnya Jiwatman atau roh dengan badan jasmani ini. Badan Jasmani atau sthula sarira (badan kasar) terbentuk dari Panca Maha Bhuta (apah = unsur cair, prethiwi = unsur padat, teja= unsur sinar, bayu = unsur udara dan akasa = unsur ether) ibarat pakaian. Apabila badan jasmani (pakaian) sudah lama dan rusak, kita akan membuangnya dan menggantikannya dengan pakaian yang baru .
Prinsip kesadaran utama yang diajarkan dalam agama Hindu adalah bahwa badan identitas kita yang sesungguhnya bukanlah badan jasmani ini, melainkan adalah Jiwatman (roh). Badan jasmani merupakan benda material yang dibangun dari lima zat (Panca Maha bhuta) dan akan hancur kembali menyatu ke alam makrokosmos dan tidak lagi mempunyai nilai guna. Sedangkan Jiwatman adalah kekal, abadi, dia tidak mati pada saat badan jasmani ini mati, senjata tidak dapat melukaiNya, api tidak bisa membakarNya, angin tidak bisa mengeringkan-Nya dan air tidak bisa membasahi-Nya.Wejangan Sri Kresna kepada Arjuna dalam Bhagawadgita: “Engkau tetap kecil karena sepanjang waktu engkau menyamakan dirimu dengan raga jasmani. Engkau berpikir, “Aham dehasmi”, ‘aku adalah badan’, pikiran ini menyebabkan engkau tetap kecil. Tetapi majulah dari aham dehasmi ke aham jiwasmi, dari aku ini raga ke aku ini jiwa, percikan .
Berkat kemajuan dan bantuan teknologi canggih di bidang medis (kedokteran), maka sistem pencangkokan organ tubuh orang yang telah meninggalpun masih dapat dimanfaatkan kembali bagi kepentingan kemanusiaan. Dialog spiritual Sri Kresna dengan Arjuna dalam kitab Bhagawadgita dapat ditarik suatu makna bahwa badan jasmani ini diumpamakan sebagai pakaian sementara bagi roh (atman) yang tidak kekal, mudah rusak dan hancur, yang kekal adalah jiwatman. Oleh karena itu, ajaran Hindu tidak melarang umatnya untuk melaksanakan transplantasi organ tubuh dengan dasar yajna (pengorbankan tulus iklas dan tanpa pamrih) untuk kesejahteraan dan kebahagiaan sesama umat manusia. Demikian pandangan agama Hindu terhadap transplantasi organ tubuh sebagai salah satu bentuk pelaksanaan ajaran Panca Yajna terutama Manusa Yajna.

0 Faktor-Faktor Pembekuan Darah

Faktor I
Fibrinogen: sebuah faktor koagulasi yang tinggi berat molekul protein plasma dan diubah menjadi fibrin melalui aksi trombin. Kekurangan faktor ini menyebabkan masalah pembekuan darah afibrinogenemia atau hypofibrinogenemia.
Faktor II
Prothrombin: sebuah faktor koagulasi yang merupakan protein plasma dan diubah menjadi bentuk aktif trombin (faktor IIa) oleh pembelahan dengan mengaktifkan faktor X (Xa) di jalur umum dari pembekuan. Fibrinogen trombin kemudian memotong ke bentuk aktif fibrin. Kekurangan faktor menyebabkan hypoprothrombinemia.
Faktor III
Jaringan Tromboplastin: koagulasi faktor yang berasal dari beberapa sumber yang berbeda dalam tubuh, seperti otak dan paru-paru; Jaringan Tromboplastin penting dalam pembentukan prothrombin ekstrinsik yang mengkonversi prinsip di Jalur koagulasi ekstrinsik. Disebut juga faktor jaringan.

Faktor IV
Kalsium: sebuah faktor koagulasi diperlukan dalam berbagai fase pembekuan darah.
Faktor V
Proaccelerin: sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif labil dan panas, yang hadir dalam plasma, tetapi tidak dalam serum, dan fungsi baik di intrinsik dan ekstrinsik koagulasi jalur. Proaccelerin mengkatalisis pembelahan prothrombin trombin yang aktif. Kekurangan faktor ini, sifat resesif autosomal, mengarah pada kecenderungan berdarah yang langka yang disebut parahemophilia, dengan berbagai derajat keparahan. Disebut juga akselerator globulin.
Faktor VI
Sebuah faktor koagulasi sebelumnya dianggap suatu bentuk aktif faktor V, tetapi tidak lagi dianggap dalam skema hemostasis.
Faktor VII
Proconvertin: sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabildan panas dan berpartisipasi dalam Jalur koagulasi ekstrinsik. Hal ini diaktifkan oleh kontak dengan kalsium, dan bersama dengan mengaktifkan faktor III itu faktor X. Defisiensi faktor Proconvertin, yang mungkin herediter (autosomal resesif) atau diperoleh (yang berhubungan dengan kekurangan vitamin K), hasil dalam kecenderungan perdarahan. Disebut juga serum prothrombin konversi faktor akselerator dan stabil.
Faktor VIII
Antihemophilic faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif labil dan berpartisipasi dalam jalur intrinsik dari koagulasi, bertindak (dalam konser dengan faktor von Willebrand) sebagai kofaktor dalam aktivasi faktor X. Defisiensi, sebuah resesif terkait-X sifat, penyebab hemofilia A. Disebut juga antihemophilic globulin dan faktor antihemophilic A.
Faktor IX
Tromboplastin Plasma komponen, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan terlibat dalam jalur intrinsik dari pembekuan. Setelah aktivasi, diaktifkan Defisiensi faktor X. hasil di hemofilia B. Disebut juga faktor Natal dan faktor antihemophilic B.
Faktor X
Stuart faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan berpartisipasi dalam baik intrinsik dan ekstrinsik jalur koagulasi, menyatukan mereka untuk memulai jalur umum dari pembekuan. Setelah diaktifkan, membentuk kompleks dengan kalsium, fosfolipid, dan faktor V, yang disebut prothrombinase; hal ini dapat membelah dan mengaktifkan prothrombin untuk trombin. Kekurangan faktor ini dapat menyebabkan gangguan koagulasi sistemik. Disebut juga Prower Stuart-faktor. Bentuk yang diaktifkan disebut juga thrombokinase.
Faktor XI
Tromboplastin plasma yg di atas, faktor koagulasi yang stabil yang terlibat dalam jalur intrinsik dari koagulasi; sekali diaktifkan, itu mengaktifkan faktor IX. Lihat juga kekurangan faktor XI. Disebut juga faktor antihemophilic C.
Faktor XII
Hageman faktor: faktor koagulasi yang stabil yang diaktifkan oleh kontak dengan kaca atau permukaan asing lainnya dan memulai jalur intrinsik dari koagulasi dengan mengaktifkan faktor XI. Kekurangan faktor ini menghasilkan kecenderungan trombosis.
Faktor XIII
Fibrin-faktor yang menstabilkan, sebuah faktor koagulasi yang merubah fibrin monomer untuk polimer sehingga mereka menjadi stabil dan tidak larut dalam urea, fibrin yang memungkinkan untuk membentuk pembekuan darah. Kekurangan faktor ini memberikan kecenderungan seseorang hemorrhagic. Disebut juga fibrinase dan protransglutaminase. Bentuk yang diaktifkan juga disebut transglutaminase.

April 16, 2010

1 Pemeriksaan Fisik Head to Toe Bagian 4

Berikut adalah video Pemeriksaan Fisik Head to Toe Bagian 4

0 Pemeriksaan Fisik Head to Toe Bagian 3

Berikut adalah video Pemeriksaan Fisik Head to Toe Bagian 3

0 Pemeriksaan Fisik Head to Toe Bagian 2

Berikut adalah Video Pemeriksaan Fisik Head to Toe Bagian 2

1 Pemeriksaan Fisik Head to Toe Bagian 1

Berikut adalah video Pemeriksaan Fisik head to Toe Bagian 1

April 15, 2010

0 OLIGOHIDRAMNION

Oligohidramnion mengacu pada defisiensi besar volume cairan amnion. Berkurangnya volume cairan amnion dapat menimbulkan hipoksia janin sebagai akibat dari kompresi taki pusat karena gerakan janin atau kontraksi rahim. Selain itu, lintasan mekonium janin ke dalam volume cairan amnion yang tereduksi menghasilakan suatu suspensi tebal dan penuh pertikel yang dapat menyebabkan ganguan pernapasan janin.

Oligohidramnion perlu digolongkan sesuai dengan etiologinya. Oligohidramnion berhubungan dengan keterbelakangan pertumbuhan dalam rahim dan pada 60 persen kasus. Bila dihungakan dengan bukti ultrasonic keterbelakangan pertumbuhan asimetrik, gangue janin sangat mungkin terjadi, kasus-kasus itu yang diakibatkan oleh ruptura membaran janin yang spontan mungkin tidak berhubungan dengan gangguan janin sebelumnya. Oligohidramnion mungkin terjadi sebagai akibat tekanan janin in utero ; sekresi hormone penekan janin (katekolamin, vasopressin) dapat menghambat resopsi cairan paru-paru lewat penelanan oleh janin. Akhirnya, terdapat kasus yang berhubungan dengan berbagai Janis cacat janin, misalnya sindroma Potter (agenesis ginjal), yang butuh pemeriksaan ultarsonik dan genetic secara rinci.
POLIHIDRAMNION
Polihidarmnion mengac pada jumlah cairan amnion yang terlalu banyak, biasanya melebihi dari 2 liter. Cairan itu biasanya dikumpulkan perlahan-lahan, meskipun hidarmnion akut kadang-kadang dapat terjadi, terutama pada kehamilan kembar. Komplikasi polihidarmnion antara lain adalah peningkatan partus prematurus (karena rahim yang terlalu regang), rasa tak enak pernafasan ibu, prolaps tali pusat pada saat ruptura membrane, dan malpresentasi janin.
Etiologi
Polihidarmnion dapat dibahas dari segi tempat sekresi cairan dan resorpsi. Anomali absorpsi gastrointestinal (misalnya, anensefali, atresia duodenum, fistula trakeoesofagus) sering berhubungan dengan polihidarmnion. Kadang-kadang anomaly system paru-paru (misalnya, cacat adenomatoid kistik pada paru-paru) dapat disebabkan oleh meningkatnya produksi cairan. Kelainan aliran air transkorionik dapat mengakibatkan kelebiahn akumulasi cairan, sebagian yang kadang-kadang terjadi pada kehamilan dengan diabetes. Selain itu, polihidarmnion terjadi pada sebagian besar kehamilan yang ditandai dengan hidrops imun atau nonimun.janin dan plasenta menjadi bengkak dalam keadaan ini, sebagian akibat dari gagal jantung kongestif janin, hipoproteinemia, atau anemia yang berat. Transudasi cairan plsenta dan juga peningkatan produksi cairan janin mungkin merupakan penyebab polihidarmnion.
Kalau polihidarmnion dicurigai, diagnosis yang pasti dapat dilakukan dengan ultrasonografi. Pemeriksaan ultrasonic yang lengkap pada janin harus dilakuakan untuk menyingkirkan hidrops atau cacat. Pengujian ibu harus emncakup penyaringan, diabetes, titer antibody rhesus, penentuan dehidrogenase glukosa-6-fosfat, elektroforesis hemoglobin, dan titer virus (TORCH) bila cocok.
Meskipun dapat dilakukan penggalian pada cairan amnion yang terlalu banyak lewat amniosentesis, terjadinya reakumulasi sampai 1 liter per hari membatasi pendekatan ini. Abat tokolitik agonis-beta untuk mengurangi aktivitas rahim mungkin memberikan manfaat, dan pasien harus dianjurkan untuk beristirahat sebanyak mungkin. Dalam bentuk akut, induksippersalinan mungkin perlu dilakukan untuk mengurani gangguan berat badan ibu.

0 Hidramnion

Hidramnion atau poli hidramnion adalah suatu kondisi dimana terdapat keadaan dimana jumlah air ketuban melebihi dari batas normal. Untuk keadaan normal air ketuban berjumlah sebanyak antara 1-2 liter, sedangkan kasus hidramnion melebihi batas dari 2 liter yaitu antara 4-5 liter. Hidramnion ini adalah kebalikan dari oligo hidramnion yaitu kekurangan air ketuban.

Hidramnion derajat ringan sampai sedang yaitu 2 sampai 3 liter, relative sering dijumpai. Karena cairan sulit dikumpulkan dan diukur secara lengkap, diagnosis biasanya ditegakkan secara klinis dan dikonvirmasi dengan perkiraan sonografik. Frekuensi deagnosis cukup bervariasi dengan pemeriksa yang berbeda.
KAUSA HIDRAMNION
Derajat hidramnion serta prognosisnya berkaitan dengan penyebabnya. Banyak laporan yang mengalami bias signifikan karena berasal dari pengamatan terhadap wanita-wanita yang dirujuk untuk menjalani evaluasi ultrasonografi terarah. Penelitian-penelitian lainnya berbasis populaso, tetepi mungkin masih belum mencerminkan insidensi yang sebenarnya kecuali apabila dilakukan penapisan ultrasonografi secara universal. Bagaimanapun hidramnion yang jelas adalah patologis yang sering berkaitan dengan malformasi janin, sebagai contoh, hidramnion terdapat pada sekitar separuh kasus anensefalus dan atresia esophagus. Secara spesifik, pada hamper separuh kasus hidramnion sedang dan berat, ditemukan adanya anomaly janin. Satu temuan yang cukup menarik adalah bahwa sebagian besar ganguan perinatal terjadi pada wanita nondiabetik yang mengalami hidarmnion.
PATOGENESIS
Pada awal kehamilan, rongga amnion terisi oleh cairan yang komposisinya sangat mirip dengan cairan ekstrsel. Selama paruh pertama kehamilan, pemindahan air dan molekul kecil lainnya berlangsung tidak saja melalui amnion tetapi juga menembus kulit janin. Selama trimester kedua, janin mulai berkemih, menelan, dan menghirup cairan amnion (Abramovich dkk. 1979; Duenhoelter dan Pritchard, 1976). Proses-proses ini hampir pasti secara bermakana mengatur pengendalian volume cairan. Walaupun pada kasusu hidramnion epitel emnion sering dianggap sebagai sumberutama cairan amnion belum pernah ditemukan adanya perubahan histologik pada amnion atau perubahan kimiawi pada cairan amnion.
Karena dalam keadaan normal janin menelan cairan amnion, diperkirakan bahwa mekanisme ini adalah salah satu cara pengaturan volume cairan ketuban. Teori ini dibenarkan dengan kenyataan bahwa hidramnion hampir selalu terjadi apabila janin yidak dapat menelan, seperti pada kasus atresia esophagus. Pros ini jelas bukan satu-satunya mekanisme untuk mencegah hidramnion. Pritchard (1966) dan Abramovich (1970) mengukur hal ini dan menemukan bahwa pada beberapa kasusu hidramnion berat, janin menelan cairan amnion dalam jumlah yang cukup banyak.
Pada kasus anensefalus dan spina bifida, factor etiologinya mungkin adalah meningkatnya transudasi cairan dari meningen yang terpajan ke dalam rongga amnion. Penjelasan lain yang mungkin pada anensefalus, apabila tidak terjadi gangguan menelan, adalah peningkatan berkemih akibat stimulasi pusat-pusat di serebrospinal yang tidak terlindungi atau berkurangnya efek antidiuretik akibat gangguan sekresi arginin vasopresin. Hal yang sebaliknya telah dijelaskan, bahwa kelainan janin yang menyebabkan anuria hampir selalu menyebabkan oligohidramnion.
Pada hidramnion yang terjadi pada kahamilan monozigot, diajurkan hipotesis bahwa salah satu janin merampas sebagian besar sirkulasi bersama dan mengalami hipertrofi jantung, yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan keluaran urin. Naeye dan Blanc (1972) menemukan pelebaran tubulus ginjal, pembesaran kandung kemih, dan peningkatan keluaran urin pada masa neonatus dini, yang mengisyaratkan bahwa hidramnion disebabkan oleh peningkatan produksi urin janin. Sebaliknya, donor dari pasangan transfuse transplsenta parabiotik mengalami penciutan tubulus ginjal disertai oligohidramnion.
Hidramnion yangs erring terjadi pada diabetes ibu selama hamil trimester ketiga masih belum dapat diterangakan. Salah satu penjelasannaya adalah bahwa hiperglikemia ibu menyebabkan hiperglikemia janin yang menimbulkan diuresis osmotik. Barhava dkk (1994) membuktikan bahwa volume air ketuban trimester ketiga pada 399 diabetes gestasional mencerminkan status glikenik terakhir. Yasuhi dkk. (1994) melaporkan peningkatan produksi urin janin pada wanita diabetic yang puasa dibandingkan dengan control nondiabetik. Yang menarik, produksi urin janin meningkat pada wanita nondiabetik setelah makan, tetapi hal ini tidak dijumpai pada wanita diabetic.
GEJALA
Gejala utama yang menyertai hidramnion terjadi semata-mata akibat factor mekanis dan terutama disebabkan oleh tekanan di dalam dan disekitar uterus yang mengalami overdistensi terhadap organ-organ di dekatnya. Apabila peregangannya berlebih, ibu dapat mengalami dispnea dan, pada kasus ekstrim, mungkin hanya dapat bernafas apabila dalam posisi tegak. Sering terjadi edema akibat penekanan system vena besar oleh uterus yang sangat besar, terutama di ekstremitas bawah, vulva, dan dinding abdomen. Walaupun jarang, dapat terjadi oliguria berat akibat obstruksi ureter oleh uterus yang sangat besar.
Pada hidramnion kronik, penimbunan cairan berlangsung secara berhadap dan wanita yang bersangkutan mungkin mentoleransi distensi abdomen yang berlebihan tanpa banyak mengakami rasa tidak nyaman. Namun, pada hidramnion akut, distensi dapat menyebabkan gangguan yang cukup serius dan mengancam. Hidramnion akut cenderung muncul pada kahamilan dini dibandingkan dengan bentuk kronik, pada minggu ke 16 sampai 20, dan dapat dengan cepat membesar uterus yang hipertonik sehingga ukurannya menjadi sangat besar. Biasanya hidramnion akut menyebabkan persalinan sebelum usia gestasi 28 minggu, atau gejala dapat menjadi sedemikian parah sehingga harus dilakukan intervensi. Pada sebagian kasus hidramnion kronik, beberapa pada hidramnion akut, tekanan air ketuban tida terlalu tinggi dibandingkan dengan pada kehamilan normal.
DIAGNOSIS
Gambaran klinis utama pada hidramnion adalah pembesaran uterus disertai kesulitan dalam meraba bagian-bagian kecil janin dan dalam mendenar denyut jantung janin. Pada kasus berat, dinding uterus dapat sedemikain tegang sehingga bagian-bagian janin tidak mungkin diraba.
Perbedaan antara hidramnion, asites atau kista ovarium yang biasanya mudah dilakukan dengan evaluasi ultrasonografi. Cairan amnion dalam jumlah besar hampir selalu mudah diketahui sebagai ruang bebas-echo yang sangat besar di antara janin dan dinding uterus atau plasenta . kadang-kadang mungkin dijumpai kelinan, atau anomaly saluran cerna.
HASIL KEHAMILAN
Secara umum, semakin berat derajat hidramnion, semakin tinggi akngka kemntian perinatal. Prognosis untuk bayi pada kehamilan denagn hidramnion berat adalah buruk. Bahkan apabila sonografi dan sinar-X memperlihatkan janin yang tampak normal, prognosis masih dubia, karena melformasi janin dan kelinan kromosom sering dijumpai. Furman dkk. (2000) melaporkan peningkatan bermakana hasil perinatal yang merugikan apabila hidramnion disertai dengan hambatan pertumbuhan janin. Mortalitas perinatal semakin meningkat pada pelahiran preterm, bahkan apabila janinnya normal. Eritroblastosis, kesulitan-kesulitan yan dihadapi oleh bayi dari ibu diabetic, prolaps tali pusat saat selaput ketuban pecah, dan solusio plasenta sewaktu ukuran uterus berkurang secara cepat, semakin memperburuk hasil.
Penyulit tersering pada ibu yang disebabkan oleh hidramnion dalah solusio plasenta, disfungsi uterus, dan perdarahan postpartum. Pemisahan dini plasenta yang luas kadang-kadang terjadi setelah air ketuban keluar dalam jumlah besar kerena berkurangnya luas bagian uterus di bawah plasenta. Disfunfsi uterus dan perdarahan postpartum terjadi akibat atonia uterus karena overdistensi. Kelianan presentasi janin dan intervensi operasi juga lebih sering terjadi.
PENATALAKSANAAN
Hidramnion derajat ringan jarang memerlukan terapi. Bahkan yang derajat sedang dengan sedikit gangguan biasanya depat ditangani tanpa intervensi sampai terjadi persalinan atau sampai selaput ketuban pecah spontan. Apabila terjadi dispnea atau nyeri abdomen, atau pabila rawat jalan sulit, pesian perlu dirawat inap. Tirah baring jarang berpengaruh, dan pemberian diuretika serta pembatasan air dan garam juga biasanya kurang efektif. Baru-baru ini diakukan terapi indometasin untuk hidramnion simtopatik.
OLIGOHIDRAMNION
Pada kasus-kasus yang jarang volume air ketuban dapat turun di bawah batas normal dan kadang-kadang menyusut sehingga hanya beberapa ml cairan kental. Penyebab keadaan ini belum belum sepenuhnya dipahami. Secara umum, oligohidramnion yang timbul pada awal kehamilan jarang dan sering memiliki prognosis buruk. Akibat berkurangnya cairan, risiko kopresi tali pusat, dan pada gilirannya gawat janin, meningkat pada semua persalinan, tetapi terutama pada kehamilan pastterm.

April 14, 2010

4 Video Sirkumsisi

Sirkumsisi atau khitan adalah salah satu tikdakan yang masih menjadi kontroversi dan menjadi pembahasan alot dalam upaya pengesahan Rancangan Undang-undang Keperawatan (RUUK). Suatu Tindakan yang sudah banyak dilakukan oleh kalangan keperawatan secara mahir. Dalam draft RUUK, perawat hanya meminta izin melakukan tindakan sirkumsisi/ khitan tanpa komplikasi. Namun, tetap saja masih alot perbincangan dan pembahasan mengenai pasal ini (mohon baca postingan tentang Pasal-Pasal Kontroversi)
Berikut adalah video megenai sirkumsisi.


Found at: FilesTube - rapidshare search

0 Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Luka Bakar

Luka bakar merupakan jenis luka, kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas ataupun suhu dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi dan friksi. Jenis luka dapat beraneka ragam dan memiliki penanganan yang berbeda tergantung jenis jaringan yang terkena luka bakar, tingkat keparahan, dan komplikasi yang terjadi akibat luka tersebut. Luka bakar dapat merusak jaringan otot, tulang, pembuluh darah dan jaringan epidermal yang mengakibatkan kerusakan yang berada di tempat yang lebih dalam dari akhir sistem persarafan. Seorang korban luka bakar dapat mengalami berbagai macam komplikasi yang fatal termasuk diantaranya kondisi shock, infeksi, ketidak seimbangan elektrolit (inbalance elektrolit) dan masalah distress pernapasan. Selain komplikasi yang berbentuk fisik, luka bakar dapat juga menyebabkan distress emosional (trauma) dan psikologis yang berat dikarenakan cacat akibat luka bakar dan bekas luka (scar).
Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan luka bakar termasuk dalam peraatan sisten Integumen.
Silahkan Klik Disini untuk mendownload filenya secara Gratis.

April 13, 2010

1 Trombosit

Trombosit (en:platelet, thrombocyte) (el:θρόμβος - "klot" dan κύτος - "sel") adalah sel anuclear (tidak mempunyai nukleus pada DNA-nya) dengan bentuk tak beraturan dengan ukuran diameter 2-3 µm yang merupakan fragmentasi dari megakariosit (en:megakaryocyte) pendahulunya. Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel yang menimbulkan pembekuan darah (trombus). Disfungsi atau jumlah keping darah yang sedikit dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko trombosis. trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kesil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar.
Trobosit berjumlah 250.000 samapai 4000.000 per milimeterkibik. Bagian ini merupakan fragmen sel tanpa nukleus yang berhasal dari megakariosit dalam sumsum tulang
1. Struktur. Ukuran trombosit mencapai setengah ukuran sel darah merah. Sitoplasmanya terbungkus suatu membran plasma dan mengandung berbagai jenis granula yang berhubungan dengan proses koagulasian darah.
2. Fungsi. Trombosit berfungsi dalam hemostasis ( penghentian perdarahan) dan perbaikan pembuluh darah yang robek.

Mekanisme hemostasis dan pembekuan darah melibatkan suatu proses yang cepat
1. Vasokontriksi pembuluh darah. Jika pembuluh darah terpotong, trombosit pada sisi yang rusak melepaskan serotonoi dan tromboksan A2 (prostagladin), yang menyebabkan otot polos dinding pembuluh darah berkontraksi. Hal ini pad awalnya akan mengurangi darah yang hilang
2. Sumbatan trombosit
a. Trombosit membengkak, menjadi lengket, dan menempel pada serabut kolagen dinding pembuluh darah yang rusak, membentuk sumbatan trombosit
b. Trombosit melepaskan ADP untuk mengaktifasi trombosit lain,sehingga mengakibatkan agregasi trombosit untuk membentuk sumbat
i. Jika kerusakan pembuluh darah kecil,maka sumbatan trombosit mampu menghentikan perdarahan
ii. Jika kerusakannya besar, maka kerusakan trombosit dapat mengurangi perdarahan,sampai proses pembekuan terbentuk
3. Pembekuan darah. Kerusakan pada pembuluh darah akan mengaktifkan protrombin aktivator. Protrombin aktivator mengkatalis perubahan protombin menjadi trombin dengan bantuan ion kalsium. Trombin bekerja sebagai enzim untuk merubah fibrinogen menjadi fibrin dengan bantuan ion kalsium. Fibri berjalan dalam segala arah dan menjerat trombosit,sel darah dan plasma untuk membentuk bekuan darah. Protrombin aktivator dibentuk melalui mekanisme
a. Mekanisme ekstrisik. Pembekuan darah dimulai dari faktor eksternal pembuluh darah itu sendiri. Sel-sel jaringan yang rusak atau pembuluh darah, akan melepas tromboplastin (membran lipoprotein),yang akan mengaktivasi protrombin aktivator
b. Mekanisme intrinsik. Untuk mengaktivasi protrombin melibatkan 13 faktor pembekuan, yang hanya ditemukan dalam darah.
4. Pembentukan jaringan ikat. Setelah pembekuan terbentuk akan terjadi pertumbuhan jaringan ikat kedalam bekuan darah untuk menutup luka secara permanen
Penguraian bekuan darah
1. Segera setelah terbentuk bekuan akan beretraksi (menyusut) akibat kerja protein kontraktil dalam trombosit. Jaring-jaring fibrin dikontraksi untuk menarik permukaan yang terpotong agar saling mendekat dan untuk menyediakan kerangka kerja untuk perbaikan jaringan
2. Bersamaan dengan retraksi bekuan,suatu cairan yang disebut serum keluar dari bekuan. Serum adalah plasma darah tanpa fibrinogen dan tanpa faktor lain yang terlibat dalam mekanisme pembekuan
Sumber faktor-faktor pembekuan
1. Hati, mensintesis sebagian besar faktor pembekuan,sehingga berperan paling penting dalam pembekuan darah. Penyakit hati yang menggangu sintesis hati dapat menimbulkan kesulitan pembekuan.
2. Vitamin K, sangat penting dalam sintesis protrombin dan faktor pembekuan lainya dalam hati. Absorpsi vitamin ini dari usus bergantung pada garam empedu yang diprodusi hati. Sumbatan pada saluran empedu maka kemapuan untuk membenuk bekuan akan berkurang.
Pencegahan terjadinya bekuan pada pembuluh yang tidak cedera.
1. Antikoagulan, antitrombin dan heparin yang ada dalam sirkulasi darah menghalangi pembekuan. Heparin yang disekresi basofil dan sel mast, mengaktivasi antitrombin. Antitrombin kemudian menghalangi kerja trombin terhadap fibrinogen.
2. Lapiasan endotel halus pada pembekuan darah menolak trombosit dan faktor-faktor koagulasi
3. Protasiklin adalah sejenis prostagladin yang menghambat agresi trombisit
Abnormalitas pembekuan
1. Bekuan yang abnormal disebut trombus. Trombus yang terlepas dan ikut dalam aliran darah disebut embolus. Kedua jenis bekuan ini dapat menyubat aliran darah.
a. Pembuluh dengan permuakaan kasar akibat plak-plak kolestrol (arterosklerosis), mungkin akan menangkap trombosit untuk mulai pembekuan.
b. Aliaran darah yang lambat memungkinkan terjadinya akumulasi tromboplastin. Karena aliaran darah menurun setara dengan immobilitas,maka pasien tirah baring lama harus sering digerakan atau bergerak
2. Trombositopenia adalah suatu kondisi di mana terdapat sejumlah kecil trombosit abnormal dalam darah yang bersirkulasi. Ini akan memperlama waktu koagulasi dan memperbesar resiko terjadinya perdarahan dalam pembuluh darah kecil diseluruh tubuh.
3. Hemofilia adalah gangguan yang berkaitan dengan heriditer ( keturunan) akibat tidak adanya beberapa faktor pembekuan.

6 Senangnya Dapat Page Rank

Page Rank Menurut wikipedia, page rank (PR) didefinisikan sebuah algoritma ciptaan pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin yang berfungsi menentukan seberapa penting atau seberapa populer sebuah situs di dunia maya.
Sebagai blogger baru, dapat page rank 2 pun Alhamdulillah, Sudah lama sekali diriku mendambakannya. Setelah sebulan absen ngeblog, ternyata kekhawatiranku terbukti, Alexa Rank blog ini merosot drastis dari kisaran 1 jt menjadi 2 juta, wah kesel sekali. Mulailah ku ber-posting lagi. mulai pula ku walking ke blog rekan lainnya seraya meninggalkan beberapa jejak yang mudah-mudahan membawa mereka ikut mengunjungi blog ku lagi.
di tengah kegundahan hati karena merosotnya alexa rank, saat berkunjung ke salah satu blog teman, wah ternyata mereka pun belum dapat page rank, iuseng-iseng ku coba cek lagi page rank blog ku tercinta ii, dan...... weleh....weleh.... dapat euy Page rank yang ku nanti-nanti selama ini. walau PR masih 2, tapi ini pencapaian yang sangat luar biasa. Bisa menjadi pengobat pilu karena kemerosotan alexa rank, dan yang lebih penting lagi, jadi kembali bersemangat untuk blogging lagi (dengan beberapa modal artikel keperawatan yang selama ini tersimpan di PC di rumah).
Beberapa makalah/ artikel keperawatan, asuhan keperawatan, dan tips kesehatan lainnya telah ku siapkan untuk di posting dalam kurun waktu bulan ini juga.
Yap, mulai hari ini, "Back to posting" and hope Senyumperawat.blogspot.com kembali naik baik PR maupun Alexa rank-nya. Amin. Bagaimana dengan Blog sobat. kalau ada tips jitu, harap ditambahkan di kolom comment ya.

April 12, 2010

2 Tips Menjaga Keamanan Facebook

Facebook atau disingkat FB adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang Mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School.
Kini FB digandrungi oleh banyak kalangan, dari anak ABG sampai Kakek-kakek juga ada. Kemudahan fungsi dan penggunaan menjadikan situs jejaring sosial ini menjadi primadona baru.
Namun, saking mudahnya membuat dan menggunakan FB, banyak kalangan yang menggunakan FB sebagai ajang penipuan. Atau lebih parah lagi, account FB pun sudah banyak yang di-Hack. wah sayang kan kalau FB anda di-hack, bisa-bisa bila FB kita yang telah di-Hack digunakan macem-macem, wah bisa kacau citra kita di mata teman-teman FB. Seperti yang dialami oleh salah seorang teman saya, karena jarang memeriksa FB, selama hampir 1 bulan, ps mau masuk, ternyata ga berhasil terus. trus isi statusnya pun kacau...banyak status pornografi disertai gambar porno pula. Kalau sudah seperti inim kacau kan.
Nah ada solusi untuk mengamankan FB anda dari tangan jahil Hacker yang tidak bertanggung jawab.

PERTAMA, Jangan tampilkan alamat e-mail anda di FB anda, karena biasanya kegiatan hack FB dimulai dari mencari e-mail penggunanya. Caranya tinggal sunting di pengaturan, lalu ubah sesuaikan dimana alamat e-mail hanya anda saja yang bisa melihatnya.
KEDUA, jangan gunakan tanggal lahir atau nama anda sendiri sebagi password FB, karena orang akan mencoba masuk FB anda dengan menebak password yang berkaitan dengan anda.
KETIGA, Sering lah cek FB anda dan lakukan penggantian password secara berkala (kaya pin ATM aja)
Dan yang paling penting, jangan tampilkan seluruh biodata anda secara lengkap. Cukup cantumkan nama dan status hubungan anda saja sudah cukup.
Mungkin ini sedikit Tips menjaga keamanan FB anda. Semoga bermanfaat. Bila ada tips lainnya, silahkan tanbahkan di kolom komentar ya.....

April 11, 2010

0 Download Proposal TAK dan Kunujungan Rumah

Silahkan Klik Disini untuk mendownload gratis Proposal Terapi Aktivitas Kelompok dan Kunjungan Rumah. Extract filenya untuk mendapatkan file word nya. semoga bermanfaat.

February 16, 2010

0 Download Gratis Askep Anak dengan Perilaku kekerasan

Perilaku kekerasan pada anak adalah saatanak memperlihatkan sikap menentang selalu berdebat, tidak mau mengalah, senang menonjolkan diri, tidak patuh pada peraturan di rumah, bicara dengan nada yang keras, bila keinginanya tidak dikabulkan anak akan menunjukan perilaku temperamental (ngadat) maupun impulsive.

Bila rekan memerlukan file presentasi untuk kebutuhan seminar keperawatan, silahkan download filenya secara gratis Klik Disini

Terimakasih dan semoga bermanfaat.
RDQWKXSTSWWE

February 15, 2010

0 Download Gratis Presentasi Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Harga Diri Rendah

Silahkan klik di sini untuk mendownload secara gratis file presentasi Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Harga Diri Rendah untuk kebutuhan seminar atau diskusi.

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat

0 Download Presentasi Askep Risiko Bunuh Diri PPT

Jika rekan membutuhkan file powerpoint mengenai presentasi Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Risiko Bunuh Diri, silahkan klik di sini untuk mendownload filenya secara gratis.

Terima kasih dan semoga bermanfaat

February 7, 2010

0 Download Gratis Asuhan Keperawatan pada Klien dengan HDR

Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan ( Townsend, 1998 ).

Menurut Schult & Videbeck ( 1998 ), gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diiri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung

Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan. (Budi Ana Keliat, 1999).

Silahkan Klik Disini untuk mendownload gratis Asuhan Keperawatan pada klien dengan HDR lengkap beserta LP dan SP. Semoga bermanfaat.

0 Download Gratis Askep dengan Halusinasi

Halusinasi adalah salah satu cara respon maladaptif individu yang berada dalam rentang neurobiologis (struart dan Araira, 2001). Ini merupakan respon paling maladaptiv. Jika orang sehat persepsinya akurat, mampu mengidentifikasi dan menginterpretasika stimulus berdasarkan informasi yang diterimanya melalui panca indera. Stimulus tersebut tidak ada pada pasien halusinasi.
Menurut Maramis (1998) : halusinasi adalah gangguan persepsi dimana klien mempersepsikan sesuatu sebenarnya yang tidak terjadi. Perubahan persepsi sensorik adalah suatu keadaan individu yang mengalami perubahan dalam jumlah dan pola dari stimulus yang mendekat disertai dengan pengurangan berlebih-lebihan, distorsi atau kelainan respon perubahan yang sering ditemukan pada klien gangguan orientasi realitas adalah halusinasi dan dipersonalisasi (Stuart and sunden, 1998)
Silahkan Klik Disini untuk mendownload asuhan keperawatan pada klien dengan halusinasi.
Semoga bermanfaat.

January 31, 2010

0 Aku Perawat ...... Inilah Aku

Perawat adalah tenaga profesional di bidang perawatan kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan. Perawat bertanggung jawab untuk perawatan, perlindungan, dan pemulihan orang yang terluka atau pasien penderita penyakit akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai jenis perawatan kesehatan. Perawat juga dapat terlibat dalam riset medis dan perawatan serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan untuk perawatan kesehatan.
Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah.
LALU APA PERAN DAN FUNGSI PERAWAT....
Silahkan Klik Disini untuk lebih mengenal peran dan fungsi perawat.

terima kasih semoga bermanfaat.

January 22, 2010

1 PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PROFESIONAL PEMULA

Program pendidikan Diploma III Keperawatan di Indonesia merupakan pendidikan yang menghasilkan perawat profesional pemula yang mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut :

Melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, khususnya pelayanan dan/ atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas berdasarkan kaidah – kaidah keperawatan mencakup :
Menerapkan konsep, teori dan prinsip ilmu humaniora, ilmu alam dasar, biomedik, kesehatan masyarakat dan ilmu keperawatan dalam melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakat.
Melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan secara tuntas melalui pengkajian keperawatan, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, implementasi dan evaluasi, baik bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif kepada Klien/Pasien yang mempunyai masalah keperawatan dasar sesuai batas kewenangan, tanggung jawab, dan kemampuannya serta berlandaskan etika profesi keperawatan.
Mendokumentasikan asuhan keperawatan secara sistematis dan memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
Bekerjasama dengan anggota tenaga kesehatan lain dan berbagai bidang terkait dalam menerapkan prinsip manejemen, menyelesaikan masalah kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan dan asuhan keperawatan.
Melaksanakan sistem rujukan keperawatan dan kesehatan

Menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan :
Menerapkan teori menejemen dan kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi setempat dalam mengelola asuhan keperawatan.
Melakukan perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam mengelola asuhan keperawatan.
Bertindak sebagai pemimpin baik formal maupun informal untuk meningkatkan motivasi dan kinerja dari anggota – anggota tim kesehatan dalam mengelola asuhan keperawatan.
Menggunakan berbagai strategi perubahan yang diperlukan untuk mengelola asuhan keperawatan.
Menjadi role model profesional dalam mengelola pelayanan asuhan keperawatan

Berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan/ asuhan keperawatan
Mengidentifikasi masalah kesehatan maupun keperawatan berdasarkan gejala yang ditemukan dalam lingkungan kerjanya sebagai informasi yang relevan untuk kepentingan penelitian.
Menggunakan hasil – hasil penelitian dan IPTEK kesehatan terutama keperawatan dalam pelayanan keperawatan sesuai standard praktek keperawatan melalui program jaminan mutu yang berkesinambungan.
Menetapkan prinsip dan teknik penalaran yang tepat dalam berfikir secara logis dan kritis.

Berperan secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat.
Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pengajaran dan pelatihan dalam bidang keperawatan
Menetapkan prinsip pendidikan untuk meningkatkan kemandirian pasien, peningkatan kemampuan dalam pemeliharaan kesehatannya.
Menganalisa berbagai ilmu pengetahuan keperawatan dasar dan klinik dalam memberikan pendidikan kepada pasien

Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesional.
Menerapkan konsep – konsep profesional dalam melaksanakan kegiatan keperawatan.
Melaksanakan kegiatan keperawatan dengan menggunakan pendekatan ilmiah.
Berperan sebagai pembaharu dalam setiap kegiatan keperawatan di berbagai tatanan pelayanan keperawatan/ kesehatan.
Mengikuti perkembangan dan menerapkan IPTEK secara terus menerus melalui kegiatan yang menunjang.
Berperan serta secara aktif dalam setiap kegiatan ilmiah yang relevan dengan keperawatan

Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan profesinya
Melaksanakan tugas profesi keperawatan mengacu kepada kode etik keperawatan mencakup komunikasi, hubungan perawat dengan Klien/Pasien, perawat dengan perawat, perawat dengan profesi lain.
Mentaati peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.
Bertindak serasi dengan budaya masyarakat dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.
Berperan serta secara aktif dalam pengembangan organisasi profesi.
Mengembangkan komunitas professional keperawatan

Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif , produktif, terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi kemasa depan, sesuai dengan perannya
Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat dibidang kesehatan.
Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan keperawatan dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia.
Memilih dan menapis perubahan yang ada untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
Memberi masukan pada berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah tentang aspek yang terkait dengan keperawatan dan kesehatan.

Blog Keperawatan di Facebook