January 31, 2010

0 Aku Perawat ...... Inilah Aku

Perawat adalah tenaga profesional di bidang perawatan kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan. Perawat bertanggung jawab untuk perawatan, perlindungan, dan pemulihan orang yang terluka atau pasien penderita penyakit akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai jenis perawatan kesehatan. Perawat juga dapat terlibat dalam riset medis dan perawatan serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan untuk perawatan kesehatan.
Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah.
LALU APA PERAN DAN FUNGSI PERAWAT....
Silahkan Klik Disini untuk lebih mengenal peran dan fungsi perawat.

terima kasih semoga bermanfaat.

January 22, 2010

1 PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PROFESIONAL PEMULA

Program pendidikan Diploma III Keperawatan di Indonesia merupakan pendidikan yang menghasilkan perawat profesional pemula yang mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut :

Melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, khususnya pelayanan dan/ atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas berdasarkan kaidah – kaidah keperawatan mencakup :
Menerapkan konsep, teori dan prinsip ilmu humaniora, ilmu alam dasar, biomedik, kesehatan masyarakat dan ilmu keperawatan dalam melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakat.
Melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan secara tuntas melalui pengkajian keperawatan, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, implementasi dan evaluasi, baik bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif kepada Klien/Pasien yang mempunyai masalah keperawatan dasar sesuai batas kewenangan, tanggung jawab, dan kemampuannya serta berlandaskan etika profesi keperawatan.
Mendokumentasikan asuhan keperawatan secara sistematis dan memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
Bekerjasama dengan anggota tenaga kesehatan lain dan berbagai bidang terkait dalam menerapkan prinsip manejemen, menyelesaikan masalah kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan dan asuhan keperawatan.
Melaksanakan sistem rujukan keperawatan dan kesehatan

Menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan :
Menerapkan teori menejemen dan kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi setempat dalam mengelola asuhan keperawatan.
Melakukan perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam mengelola asuhan keperawatan.
Bertindak sebagai pemimpin baik formal maupun informal untuk meningkatkan motivasi dan kinerja dari anggota – anggota tim kesehatan dalam mengelola asuhan keperawatan.
Menggunakan berbagai strategi perubahan yang diperlukan untuk mengelola asuhan keperawatan.
Menjadi role model profesional dalam mengelola pelayanan asuhan keperawatan

Berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan/ asuhan keperawatan
Mengidentifikasi masalah kesehatan maupun keperawatan berdasarkan gejala yang ditemukan dalam lingkungan kerjanya sebagai informasi yang relevan untuk kepentingan penelitian.
Menggunakan hasil – hasil penelitian dan IPTEK kesehatan terutama keperawatan dalam pelayanan keperawatan sesuai standard praktek keperawatan melalui program jaminan mutu yang berkesinambungan.
Menetapkan prinsip dan teknik penalaran yang tepat dalam berfikir secara logis dan kritis.

Berperan secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat.
Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pengajaran dan pelatihan dalam bidang keperawatan
Menetapkan prinsip pendidikan untuk meningkatkan kemandirian pasien, peningkatan kemampuan dalam pemeliharaan kesehatannya.
Menganalisa berbagai ilmu pengetahuan keperawatan dasar dan klinik dalam memberikan pendidikan kepada pasien

Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesional.
Menerapkan konsep – konsep profesional dalam melaksanakan kegiatan keperawatan.
Melaksanakan kegiatan keperawatan dengan menggunakan pendekatan ilmiah.
Berperan sebagai pembaharu dalam setiap kegiatan keperawatan di berbagai tatanan pelayanan keperawatan/ kesehatan.
Mengikuti perkembangan dan menerapkan IPTEK secara terus menerus melalui kegiatan yang menunjang.
Berperan serta secara aktif dalam setiap kegiatan ilmiah yang relevan dengan keperawatan

Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan profesinya
Melaksanakan tugas profesi keperawatan mengacu kepada kode etik keperawatan mencakup komunikasi, hubungan perawat dengan Klien/Pasien, perawat dengan perawat, perawat dengan profesi lain.
Mentaati peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.
Bertindak serasi dengan budaya masyarakat dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.
Berperan serta secara aktif dalam pengembangan organisasi profesi.
Mengembangkan komunitas professional keperawatan

Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif , produktif, terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi kemasa depan, sesuai dengan perannya
Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat dibidang kesehatan.
Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan keperawatan dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia.
Memilih dan menapis perubahan yang ada untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
Memberi masukan pada berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah tentang aspek yang terkait dengan keperawatan dan kesehatan.

0 Download Gratis Rencana Asuhan Keperawatan Jiwa

Buat rekan perawat atau yang masih menjadi mahasiswa keperawatan yang membutuhkan format perencanaan keperawatan jiwa yang biasa digunakan di lapangan (bangsal rumah sakit). Silahkan klik di sini untuk mendownload formnya secara gratis. Mudah-mudahan bermanfaat terutama untuk meningkatkan kompetensi keperawatan Indonesia.

January 18, 2010

3 PASAL PASAL KONTROVERSI RUU KEPERAWATAN

Sumber : Catatan Seli Setiana: PASAL PASAL KONTROVERSI
Posting ini didapat dari catatan salah satu rekan saya di Facebook yaitu Seli Setiana yang sangat concern mengenai perkembangan RUU Keperawatan, undang-undang yang sangat penting bagi kalangan Perawat, sebuah profesi yang masih mendapatkan diskriminasi dari Pemerintah (Depkes yang selalu menolak RUUK dengan berbagai alasan) dengan membiarkan RUUk terbengkalai hingga perawat terpaksa turun ke jalan demi menyuarakan harapan akan kepastian hukum bagi keperawatan Indonesia. Terima kasih pada Mba Seli untuk izin posting catatannya. Berikut adalah catatan yang sangat menggugah semangat Perawat untuk terus

Rabu, 13 Januari 2010, adalah harapan saya menemukan hal baru untuk percepatan pengesahan RUU Keperawatan. Diberitahukan via SMS bahwa yang menjadi narasumber pada acara “URGENSI UU KEPERAWATAN” adalah Prof. Azrul Azwar mantan Dekan FKUI yang saya tahu sangat memahami Keperawatan. Selain beliau, Nursuhud, anggota DPR dari FPDIP juga tampil sebagai pembicara disamping Prof. Achir Yani tentunya.
Kami datang terlambat dua jam ke acara karena hujan dan macet, tetapi ternyata acara juga memang baru dimulai, Prof. Azrul baru berbicara beberapa slide saja yang secara normative mendukung dibutuhkannya UU Keperawatan.
Sama seperti ketika berbicara pada Seminar Nursing Leadership, beliau mencoba menyoroti peran perawat yang “terlalu klinisi” dan tidak mencoba “out of the box” sehingga perannya di bidang kesehatan secara keseluruhan kurang diperhitungkan, hal ini juga sebagai akibat dari perkembangan profesi keperawatan selama ini yang terlalu memusatkan pada kewenangan dan kompetensi keperawatan. Pemanfaatan tenaga perawat di masyarakat menjadi tidak optimal karena terbatas pada intervensi keperawatan, padahal jika ruang gerak perawat diperluas akan dapat membantu penyelesaian masalah kesehatan di masyarakat seperti penanggulangan penyakit menular dan wabah, penatalaksanaan penyakit rakyat dan pertolongan pertama dan tanggap darurat.
UU Praktek Keperawatan mengalami perubahan besar akibat kata “Praktek” yang sangat sensitive dan mengundang banyak kontroversi dan resistensi, dirubah menjadi RUU Keperawatan saja. Demikian pula mengenai pasal pasal kewenangan dan tindakan keperawatan, paling sering dibahas dan direvisi, hal tersebut terjadi karena banyak masukan terutama anggota yang memang pada kenyataannya melakukan beberapa tindakan medis, apakah itu dengan delegasi tertulis maupun tidak.
Menurut narasumber, dibanyak Negara pelimpahan kompetensi medis tertentu kepada perawat bukan merupakan hal baru dan ttelah terbukti berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara memuaskan. Untuk terwujudnya pelimpahan kompetensi medis kepada perawat diperlukan upaya 1) “Amandemen UU PK 29/2004” yang menyebutkan intervensi medis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis, 2) mendorong munculnya dukungan dari IDI.
Anggota DPR dari FPDIP, Nursuhud, menggarisbawahi bahwa kewenangan dan kompetensi tenaga perawat hadir sebagai “kebutuhan” dari masyarakat sendiri. Berbicara tanpa handout, beliau menceritakan riwayat RUU Keperawatan yang merupakan “korban hegemoni” pemerintah sehingga untuk pengesahannya dibutuhkan “pekerjaan politik”. Tim Percepatan RUU Kep, telah bekerja keras dengan meloby beberapa anggota DPR, bahkan dengan door to door. Sudah sepantasnya kita berikan apresiasi yang tinggi untuk Tim.
PPNI telah bertemu dengan Mentri Kesehatan yang baru pada tanggal 22 Desember 2009, hasilnya? Menkes mengatakan bahwa untuk memproses RUU membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga jika RUU Kep ini goal takut tenaga kesehatan lainpun mengikuti perawat ingin punya UU sendiri ( ini adalah tameng Depkes dalam menolak RUUKep )
Ada pernyataan dari Prof Azrul yang tidak saya mengerti pada saat sessi tanya jawab :
“ Pasal – pasal yang menyangkut kewenangan dan kompetensi (yang selalu diributkan), jika banyak yang tidak mendukung, dihilangkan, atau direvisi, atau dibuat pasal baru”. Nah loh…
Pasal dimaksud adalah “Tindakan Mandiri Keperawatan”
a. ……
b. Memberikan pengobatan terbatas dan tindakan medic terbatas, pelayanan KB, immunisasi, pertolongan persalinan normal dan ( khitan tanpa komplikasi – dalam proses pembicaraan )
Pasal – pasal itu lahir dari kebutuhan masyarakat sehingga para perawat memerlukan legalitas atas tindakan – tindakan tersebut yang dapat memberikan perlindungan hokum bagi perawat sendiri dan masyarakat penerima pelayanan.
Jika ternyata pemerintah yang tidak mau berterus terang dan berlindung dibalik alasan anggaran, tetap mempersoalkan pasal – pasal tersebut, apa yang harus kita lakukan ?
A. SEBAIKNYA KITA KEMBALIKAN SELURUH KEGIATAN TERSEBUT KEPADA YANG BERWENANG MENURUT PEMERINTAH!!!
B. MENGUMPULKAN DANA, KALU PERLU SEPERTI PRITA, KUMPULKAN KOIN UNTUK BANTU ANGGARAN PEMERINTAH???

January 13, 2010

0 Skizofrenia

Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).
Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu “ Skizo “ yang artinya retak atau pecah (split), dan “ frenia “ yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian ( Hawari, 2003 ).

Beberapa subtipe Skizofrenia :
Skizofrenia Paranoid
Skizofrenia Disorganisasi (hebefrenik)
Skizofrenia Katatonik
Skizofrenia Tak Terinci
Depresi pasca Skizofrenia
Skizofrenia Residual
Skizofrenia Simpleks
Skizofrenia Lainnya
Skizofrenia yang tak tergolongkan
Manifestasi Klinis
Anamnesis
Adanya perubahan perilaku misalnya menarik diri, agresif, marah-marah, mempunyai ide atau kepercayaan yang aneh atau fikiran yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain atau tidak logis.
Pemeriksaan
Asosiasi Longgar : ide pasien sering tidak menyambung.
Pemasukan berlebihan : arus pikiran pasien secara terus menerus mengalami gangguan karena pikirannya sering dimasuki informasi yang tidak relevan.
neologisme : Pasien menciptakan kata-kata baru.
Terhambat : pembicaraan tiba-tiba terhenti (sering pada pertengahan kalimat) dan disambung kembali beberapa saat (atau beberapa menit) kemudian, biasanya dengan topik yang lain.
Klang Asosiasi : Pasien memilih kata-kata berikut mereka berdasarkan bunyi kata-kata yang baru saja diucapkan dan bukan isi pikirannya.
Ekolalia : Pasien mengulang kata-kata atau kalimat-kalimat yang baru saja diucapkan seseorang.
Alogia : Pasien berbicara sangat sedikit (tetapi bukan resisten yang disengaja; miskin pembicaraan) atau dapat berbicara dalam jumlah normal tetapi sangat sedikit yang dikatakan (miskin ini pembicaraan).
Gangguan Isi Pikir
Waham adalah sesuatu kepercayaan salah yang menetap yang tak sesuai dengan fakta dan tidak bisa dikoreksi. Jenis-jenis waham antara lain :
Waham Kejar, Waham Kebesaran, Waham Rujukan, Waham Penyiaran Pikiran dan Waham penyisipan Pikiran.
Gangguan Persepsi
Halusinasi paling sering ditemui, biasanya berbentuk pendengaran, tetapi bisa juga berbentuk penglihatan, penciuman, dan perabaan. pasien juga dapat mengalami ilusi dan depersonalisasi.
Gangguan Emosi
Pasien Skizofrenia dapat memperlihatkan beberapa emosi. Ada tiga afek dasar yang sering (tetapi tidak patognononik), yaitu :
Afek tumpul atau datar
Afek tak serasi
Afek labil
Gangguan perilaku
berbagai perilaku tak sesuai atau aneh dapat terlihat, seperti gerakan tubuh yang aneh dan menyeringai, perilakuy ritual, sangat ketolol-tololan, dan agresif serta perilaku seksual yang tak pantas.
Batasan Diagnosis
Berlangsung paling sedikit enam bulan
Penurunan fungsi yang cukup bermakna yaitu dalam bidang pekerjaan,hubungan interpersonal, dan fungsi kehidupan pribadi.
Pernah mengalami psikotik aktif dalam bentuk yang khas selama periode tersebut.
Tidak ditemui gejala-gejala yang sesuai dengan skizoafektif, gangguan mood mayor, autisme, atau gangguan organik.

January 12, 2010

0 Banjir Pengunjung ke Blog Anda

Seorang teman pernah bercerita cara sederhana untuk meningkatkan lalu lintas web yang efektif. Kami menggunakan formula ini
t = v1 + t2
t = Jumlah lalu lintas yang akan mendapatkan blog Anda dalam satu hari
v1 = Jumlah pengunjung ke blog Anda dalam satu hari
t2 = Jumlah pengunjung yang memiliki v1
Mungkin ada pertanyaan pada pikiran Anda (seperti saya sebelumnya), sehingga bacalah artikel ini dengan hati-hati jika Anda ingin blog Anda banjir pengunjung.

START COPY
To increase our web traffic there is a wise sentence which says that "Honesty is the Best Strategy". The point is the true concept of honesty can increase traffic better the super complicated concept offered by the master SEO.
With the this simple concept of increased traffic , it is possible to get a free visit from web walker without difficulty thinking of a promotion or SEO is for most bloggers beginners (like me) can say very complicated and difficult.
Then how to increase your blog traffic? Its very easy...
1. Create a post like this of my articles. Page title should equal to this post, but enough for introductory sentence (introductory sentence for first-passage-which is not the same as this article) and then you can copy and paste (start of sentence START COPY). The reason why the phrase DO THE SAME with the introduction of this article is that our articles be unique, where the search robots like the articles that have unique content.
2. After you post your article, make "SUPER SPECTACULAR SENTENCE" on your blog easily seen by visitors blog. For Example: FLOODING YOUR WEB WITH VISITOR or READ HERE or read from my friend's blog
3. Then fill the URL for READ HERE with your URL address of this article and READ THE BLOG ON MY FRIENDS articles filled with the URL of your friend who recommended this way. (Remember, the contents of the URL with the URL page article and NOT TO BLOG URL!).
4. Done!
What is t = v1 + t2?
• t = Number of traffic that will get your blog in a day
• v1 = Number of visitors to your blog in one day
• v2 = The number of visitors who have v1
Traffic.
• For example, our blog 50 daily visitors , and we all apply this concept (SUPER SPECTACULAR SENTENCE) correctly, and of 50 men each have 50 people all visitors from his blog, then we will likely web at visit 50 x 50 plus 50 people on that day = 2550 people, and will likely continue to increase day by day too, because every day there are always new visitors in the Internet world, every day there is also a blogger or a new web Internet world. PROVE UP ...
Popularity.
• For example, our blog has visitors 50 people in one day, and all of them implement this concept, then the web that day you will get 100 linkback to your website, a link to the (SUPER SPECTACULAR SENTENCE) and a link on my link in multiply 50. and will likely continue to rise day after day.
Can we do not be fair or honest with this concept, such as "remove all links of origin" and the contents of the website / blog of our own? Yes we can, and this concept will not be maximal to prove honesty is the best strategy. But I believe that we all do not want to drop ourself credibility by doing such a cheap acts like that.
END OF COPY

January 9, 2010

0 Perubahan Template yang SEO Fiendly

Mengikuti saran dari beberapa rekan blogger, bahwa template terdahulu terlalu berat saat loading, maka saya berusaha mencari template yang SEO friendly, karena menurut para rekan suatu blog akan mudah dilacak dan dikenali oleh search engine bila memiliki loading time yang sebentar, bila lama loadingnya, maka akan ditinggalkan. Merasa tersadar dan sedikit ambisi juga meraih page rank yang susah banget, saya pun merubah template blog senyum perawat dengan sesederhana ini.


Mudah-mudahan rekan blogger yang sebelumnya telah saya pasang bannernya berkenan dan mengerti, namun tetap saya cantumkan link blog rekan di bagian blogroll. Perubahan ini pula merujuk pada pembahasan Tips Memilih Template Seo di blog Jasa pembuat blog yang sangat berharga, saya pun mendapatkan template yang sangat mudah namun cantik dan rapi. Terima kasih atas Tips yang telah rekan berikan baik di blog rekan maupun pada chat room di blog ini. Semoga saja perubahan ini membawa blog ini masuk ke jajaran atas Google maupun alexa (amien) sama seperti blog rekan dan guru.

January 8, 2010

2 Keperawatan Komunitas

Falsafah
Keyakinan terhadap nilai kemanusiaan yang menjadi pedoman dalam melaksanakan asuhan keperawatan kesehatan masyarakat baik untuk individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Perawatan Kesehatan Masyarakat adalah pekerjaan luhur dan manusiawi yang ditujukan untuk klien.
Perawatan Kesehatan Masyarakat adalah upaya berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwijudnya manusia sehat khususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya.
Pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat harus terjangkau dan dapat diterima semua orang.
Upaya promotif dan preventif merupakan upaya pokok tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif. Perawat Kesehatan Masyarakat sebagai provider dan masyarakat sebagai consumer pelayanan kesehatan , menjamin suatu hubungan yang saling mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijakan dan pelayanan keearah peningkatan status kesehatan masyarakat
Pengembangan tenaga kesehatan masyarakat secara berkesinambungan..
Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas kesehatan.

Pengertian
WHO (1959)
Lapangan perawatan khusus yang merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan,ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan, penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hl itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.
Ruth B Freeman
Suatu lapangan khusus bidang keperawatan dimana teknik keperawatan, ketrampilan berorganisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada ketrampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga sosial lain demi untuk memelihara kesehatan masyarakat.
American Nursing Association (ANA)
Suatu sintesa dari praktik kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan penduduk.
Badan Kerja Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Suatu bidang dalam keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peranserta aktif masyarakat.
Ilmu Keperawatan
Peran serta Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Tiga komponen dasar ilmu Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Konsep keperawatan dikarakteristikan oleh 4 konsep pokok yaitu:
Manusia
Kesehatan
Keperawatan
Lingkungan
Konsep Manusia
Manusia adalah makhluk bio-psiko-sosial dan spiritual yang utuh dan unik, dalam arti merupakan satu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani dan unik karena mempunyai berbagai macam kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya. (Konsorsium Ilmu kesehatan, 1992)
Manusia selalu berusaha untuk memahami kebutuhannya melalui berbagai upaya antara lain dengan selalu belajar dan mengembangkan sumber-sumber yang diperlukan sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia secara terus menerus mengahadapi perubahan lingkungan dan selalu berusaha beradaptasi terhadap pengaruh lingkungan
Manusia sebagai sasaran pelayanan atau asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan. Sebagai sasaran praktek keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat.
Individu sebagai klien
Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spiritual. Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya mencakup kebutuhan biologi, social, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, kurang kemauan menuju kemandirian pasien/klien.
Keluarga sebagai klien
Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama, di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara keseluruhan. Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan dasar manusia dapat dilihat pada Hirarki Kebutuhan Dasar Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
Beberapa alasan yang menyebabkan keluarga merupakan salah satu focus pelayanan keperawatan yaitu:
Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat
Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah, memperbaiki atau mengabaikan maslah kesehatan dalam kelompoknya sendiri. Hampir setiap masalah kesehatan mulai dari awal sampai pada penyelesaiannya akan dipengaruhi keluarga. Keluarga mempunyai peran utama dalam pemeliharaan kesehatan seluruh anggota keluarga.
Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan. Penyakit pada salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga tersebut. Peran dari anggota-anggota keluarga akan mengalami perubahan, bila salah satu angota menderita sakit. Disisi lain status kesehatan dari klien juga sebagian akan ditentkan oleh kondisi keluarganya dalam merawat
Masyarakat sebagai klien
Kesatuan hidup manusia yang brinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tetentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh suatu indentitas bersama
Ciri-ciri:
Interaksi antar warga
diatur oleh adat istiadat, norma, hukum dan peraturan yang khas
Suatu komuniatas dalam waktu
identitas yang kuat mengikat semua warga
Kesehatan
Sehat didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif (Parson).
Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas, konstruktif dan produktif (Paplau).
Menurut HL Bloom ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan
Keturunan
Perilaku
Pelayanan kesehatan
Lingkungan
Sehat merupakan tujuan dalam pemberian pelayanan keperawatan , dimana kondisi sehat-sakit berada dalam suatu rentang dari kondisi sehat optimal sampai dengan status kesehatan yang terendah yaitu kematian dan kondisi normal berada di tengah.
Keperawatan
Pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga , kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal.
Keperwatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social dan spiritual secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia.
Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik maupun mental, keterbatasan pengetahuan serta kurang kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (Primary Health care) untuk memungkinkan setiap orang mencapai kemampuan hidup sehat dan produktif. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan wewenang, tanggung jawab serta etika profesi keperawatan.
Sebagai suatu profesi, keperawatan memiliki falsafah yang bertujuan mengarahkan kegiatan keperawatan yang dilakukan. Pertama, Keperawatan menganut pandangan yang holistic terhadap manusia yaitu keutuhan sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual. Kedua, kegiatan keperawatan dilakukan dengan pendekatan humanistic dalam arti menghargai dan menghormati martabat manusia, memberi perhatian kepada klien serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua manusia. Ketiga, keperawatan bersifat universal dalam arti tidak membedakan atas ras, jenis kelamin, usia, warna kulit, etnik, agama, aliran politik dan status ekonomi social. Keempat, keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan serta yang kelima, keperawatan menganggap klien sebagai partne aktif dalam arti perawat selalu bekerjasama dengan klien dalam pemberian asuhan keperawatan.
Lingkungan
Lingkungan dalam paradigma keperawatan berfokus pada lingkungan masyarakat, dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia. Lingkungan di sini meliputi lingkungan fisik, psikologis, social budaya dan lingkungan spiritual. Untuk memahami hubungan lingkungan dengan kesehatan masyarakat (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat) dapat digunakan model segitiga agen-hospes-lingkungan atau agent-host-environment triangle model yang dikemukakan oleh Leavelll,(1965), dimana ketiga komponen saling berhubungan dan dapat berpengaruh terhadap status kesehatan penduduk.
Asumsi dasar
Sistem pelayanan adalah kompleks
Pelayanan kesehatan (primer, sekunder dan tertier) merupakan komponen dari pelayanan kesehatan.
Keperawatan sebagai subsistem pelayanan kesehatan merupakan hasil produk pendidikan, riset yang dilandasi praktek.
Focus utama Perawatan Kesehatan Masyarakat adalah primery care.
Perawatan Kesehatan Masyarakat terutama terjadi ditatanan kesehatan utama.
Pandangan /Keyakinan
Pelayanan kesehatan sebaiknya tersedia, dapat dijangkau, dapat diterima oleh semua orang.
Penyusunan kebijaksanaan kesehatan seharusnya melibatkan penerima pelayanan kesehatan.
Perawat sebagai pemberi pelayanan kesehatan dan klien sebagai penerima pelayanan kesehatan dapat membentuk kerjasama untuk mendorong dan mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan kesehatan.
Lingkungan berpengaruh terhadap kesehatan penduduk, kelompok, keluarga dan individu.
Pencegahan penyakit sangat diperlukan untuk peningkatan kesehatan.
Kesehatan merupakan tanggung jawab individu.
Klien merupakan anggota tetap team kesehatan. Individu dalam komunitas bertanggung jawab untuk kesehatan sendiri dan harus didorong serta dididik untuk berperan dalam pelayanan kesehatan.
Tujuan
Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan dan memampuan masyarakat secara meyeluruh dalam memelihara kesehatannya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal secara mandiri.
Tujuan khusus
Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat.
Meningkatnya kemampuan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk melaksanakan upaya perawatan dasar dalam rangka mengatasi masalah keperawatan.
Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan.
Tertanganinya kelompok masyarakat khusus/rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan di rumah, di pandi dan di masyarakat.
Tertanganinya kasus-kasus yang memerlukan penanganan tindak lanjut dan asuhan keperawatan di rumah.
Terlayaninnya kasus-kasus tertentu yang termasuk kelompok resiko tinggi yang memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan di rumah dan di puskesmas.
Teratasi dan terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial untuk menuju keadaan sehat yang optimal.
Ruang Lingkup
Promotif
Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan jalan
Penyuluhan kesehatan
Peningkatan gizi
Pemeliharaan kesehatan perorangan
Pemeliharaan kesehatan lingkungan
Olahraga teratur
Rekreasi
Pendidikan seks
Preventif
Upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan terhadap individu, keluarga kelompok dan masyarakat melalui kegiatan:
Imunisasi
Pemeriksaan kesehatan berkala melalui posyandu, puskesmas dan ki\unjungan rumah
Pemberian vitamin A, Iodium
Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan meyusui
Kuratif
Upaya kuratif bertujuan untuk mengobati anggota keluarga yang sakit atau masalah kesehatan melalui kegiatan:
Perawatan orang sakit dirumah
Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut dari Pukesmas atau rumah sakit
Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis
Perawatan buah dada
Perawatan tali pusat bayi baru lahir
Rehabilitatif
Upaya pemulihan terhadap pasien yang dirawat dirumah atau kelompok-kelompok yang menderita penyakit tertentu seperti TBC, kusta dan cacat fisik lainnya melalui kegiatan:
Latihan fisik pada penderita kusta, patah tulang dan lain sebagainya
Fisioterapi pada penderita strooke, batuk efektif pada penderita TBC dll
Resosialitatif
Adalah upaya untuk mengemabalikan penderita ke masyarakat yang karena penyakitnya dikucilkan oleh masyarakat seperti, penderita AIDS, kusta dan wanita tuna susila.
Sasaran
Individu, keluarga, kelompok dam masyarakat baik yang sehat atau sakit atau yang mempunyai masalah kesehatan karena ketidaktahuan, ketidakmauan serta ketidakmampuan.
Prioritas pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat difokuskan pada keluarga rawan yaitu :
Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan, yaitu keluarga dengan:
Ibu hamil tertenti yang belum ANC.
Ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun dan neonatusnya.
Balita tertentu.
Penyakit kronis menular yang tidak bisa diintervensi oleh program.
Penyakit endemis.
Penyakit kronis tidak menular.
Kecacatan tertentu (mental atau fisik).
Keluarga dengan resiko tinggi
Ibu hamil dengan masalah gizi.
anemia gizi berat (HB kurang dari 8 gr%)
Kurang Energi Kronis (KEK)
Ibu hamil dengan resiko tinggi lai (perdarahan, infeksi, hipertensi)
Balita dengan BGM
Neonatus dengan BBLR.
Usia lanjut jompo.
Kasus percobaan bunuh diri.
Keluarga dengan tindak lanjut perawatan
Drop out tertentu
Ibu hamil
Bayi
Balita dengan keterlambatan tumbuh kembang.
Penyakit kronis atau endemis.
Kasus pasca keperawatan
Kasus pasca keperawatan yang dirujuk dari institusi pelayanan kesehatan.
Kasus katarak yang dioperasi di puskesmas.
Persalinan dengan tindakan.
Kasus psikotik.
Kasus yang seharusnya dirujuk yang tidak dilaksanakan rujukannya.
Pembinaan kelompok khusus.
Kelompok yang rawan dan rentan terhadap masalah kesehatan
Terikat dalam institusi, misalnya
Panti
Rutan/lapas
Pondok pesantren
Lokalisasi/WTS.
Tidak terikat dalam institusi, misalnya:
Karang wredha
Karang balita
KPKIA
Kelompok pekerja informal
Perkumpulan penyandang penyakit tertentu (jantung, asma, DM dan lain-lain ).
Kelompok remaja.
Pembinaan desa atau masyarakat bermasalah
Masyarakat di daerah endemis suatu penyakit misalnya endemis malaria, filariasis, HHF, diare.
Masyarakat didaerah dengan keadaan lingkungan kehidupan buruk, misalnya derah kumuh di kota besar.
Masyarakat di daerah yang mempunyai masalah yang menonjol dibanding dengan daerah lain, misalnya daerah dengan AKB tinggi.
Masyarakat di daerah yang mempunyai masalah kesenjangan pelayanan kesehatan lebih tinggi dari daerah sekitar, misalnya cakupan ANC rendah, immunisasi rendah.
Masyarakat di daerah pemukiman baru, yang diperkirakan akan mengalami hambatan dalam melaksanakan adaptasi kehidupannya, seperti daerah transmigrasi, pemukiman masyarakat terasing.
Kegiatan
Memberikan asuhan keperawatan individu, keluarga dan kelompok khusus melalui home care.
Penyuluhan kesehatan
Konsultasi dan problem solving
Bimbingan
Melaksanakan rujukan
Penemuan kasus
Sebagai penghubung antara masyarakat dengan unit kesehatan
Melaksanakan asuhan keperawatan komunitas
Melakukan koordinasi dalam berbagai kegiatan asuhan keperawatan komunitas
Kerjasama lintas program dan lintas sektoral
Memberikan tauladan
Ikut serta dalam penelitian
Prinsip dasar dalam praktek perawatan kesehatan masyarakat adalah sebagai berikut:
Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat
Sasaran terdiri dari, individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Perawat kesehatan bekerja dengan masyarakat bukan bkerja untuk masyarakat.
Pelayanan keperawatan yang diberikan lebih menekankan pada upaya pomotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif.
Dasar utama dalam peayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dalam proses keperawatan.
kegiatan utama perawatan kesehatan mayarakat adalah dimasyarakat dan bukan di rumah sakit.
Pasien adalah masyarakat secara keseluruhan baik yang sakit maupun yang sehat.
Perawatan kesehatan masyarakat ditkankan kepada pembinaan perilaku hidup sehat masyarakat.
Tujuan perawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan fungsi kehidupan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin.
Perawat kesehatan masyarakat tidak bekerja secara sendiri tetapi bekerja secara team.
Sebagian besar waktu dari seorang perawat kesehatan masyarakat digunakan untuk kegiatan meningkatkan kesehatan, pencegahan penyakit, melayani masyarakat yang sehat atau yang sakit, penduduk sakit yang tidak berobat ke puskesmas, pasien yang baru kembali dari rumah sakit.
Home visite sangat penting.
Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama.
Pelayanan perawatan kesehatan masyarakan harus mengacu pada sistem pelayanan kesehatan yang ada.
Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan di institusi pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, institusi seperti sekolah, panti, dan lainnya dimana keluarga sebagai unit pelayanan.
Pendekatan
Contoh pendekatan yang dapat digunakan:
Problem solving approach
Pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dengan menggunakan proses keperawatan.
Family approach
Pendekatan terhadap keluarga binaan
Case Approach
Pembinaan dilakukan berdasar kasus yang datang ke puskesmas yang dinilai memerlukan tindak lanjut.
Community approach
Pendekatan dilakukan terhadap masyarakat daerah binaan melalui survey mawas diri dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Peran perawat komunitas dalam asuhan keperawatan
Komunitas adalah kelompok sosial yang tingga dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama. (WHO).
Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mesekak tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama (Linda Jarvis)
Komunitas dipandang sebagai target pelayanan kesehatan sehingga diperlukan suatu kerjasama yang melibatkan secara aktif masyarakat untuk mencapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, untuk itu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan yang diberikan perawat komunitas merupakan suatu upaya yang esensial atau sangat dibutuhkan oleh komunitas, mudah dijangkau, dengan pembiayaan yang murah, lebih ditekankan pada penggunaan teknologi tepat guna.
Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dimana individu, keluarga maupun masyarakat sebagai pelaku kegiatan upaya peningkatan kesehatan serta bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri berdasrkan azas kebersamaan dan kemandirian.
Perawatan Kesehatan Masyarakat merupakan sintesa dari praktek keperawatan dan praktek kesehatan masyarakat yang diaplikasikan untuk meningkatkan kesehatan dan pemeliharaan kesehatan dari masyarakat. Perawatan Kesehatan Masyarakat mempunyai tujuan membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit melalui:
Pemberian asuhan keperawatan secara langsung kepada individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat, dengan strategi intervensi yaituproses kelompok, pendidikan kesehatan serta kerjasama (partnership).
Memperhatikan secara langsung terhadap status kesehatan seluruh masyarakat secara komprehensive.
Pada Perawatan Kesehatan Masyarakat harus mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:
Kemanfaatan
Semua tindakan dalam asuhan keperawatan harus memberikan manfaat yang besar bagi komunitas.
Kerjasama
Kerjasaman dengan klien dalam waktu yang panjang dan bersifat berkelanjutan serta melakukan kerja sama lintas program dan lintas sektoral.
Secara langsung
Asuhan keperawatan diberikan secara langsung mengkaji dan intervensi, klien dan lingkunganya termasuk lingkungan sosial, ekonomi serta fisik mempunyai tujuan utama peningkatan kesehatan.
Keadilan
Tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas dari komunitas itu sendiri.
Otonomi
Klien atau komunitas diberi kebebasan dalam memilih atau melaksanakan beberapa alternatif terbaik dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada.
Perawat komunitas dapat bekerja diberbagai tatanan:
Klinik rawat jalan
Kantor kesehatan
Kesehatan kerja
Sekolah
Rumah
Perkemahan
Institusi pemeliharaan kesehatan
Tempat pengungsian

Perawat di komunitas dapat bekerja sebagai:
Perawat keluarga
Perawat sekolah
perawat kesehatan kerja
perawat gerontologi
Perawat keluarga
Keperawatan kesehatan keluarga adalah tingkat keperawatan tingkat kesehatan masyarakat yang dipusatkan pada keluarga sebagai satu kesatuan yang dirawat dengan sehat sebagai tujuan pelayanan dan perawatan sebagai upaya (Bailon dan Maglaya, 1978).
Perawat keluarga adalah :
Perawat teregistrasi dan telah lulus dalam bidang keperawatan yang dipersiapkan untuk praktek memberikan pelayanan individu dan keluarga disepanjang rentang sehat sakit. Praktek ini mencakup pengambilan keputusan independen dan interdependen dan secara langsung bertanggung gugat terhadap keputusan klinis.
Peran perawat keluarga adalah melaksanakan asuhan keperawatan keluarga, berpartisipasi dan menggunakan hasil riset, mengembangkan dan melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan, kepemimpinan, pendidikan, case managemen dan konsultasi.
Perawat kesehatan sekolah
Keperawatan sekolah adalah: keperawatan yang difokuskan pada anak ditatanan pendidikan guna memenuhi kebutuhan anak dengan mengikutsertakan keluarga maupun masyarakat sekolah dalam perencanaan pelayanan (Logan, BB, 1986)
Perawatan kesehatan sekolah mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unit individu, kelompok dan masyarakat sekolah.
Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk mewujudkan dan menumbuhkan kemandirian siswa untuk hidup sehat, menciptakan lingkungan dan suasana sekolah yang sehat. Fokus utama perawat kesehatan sekolah adalah siswa dan lingkunganya dan sasaran penunjang adalah guru dan kader.
Perawat kesehatan kerja
Perawatan kesehatan kerja adalah penerapan prinsip-prinsip keperawatan dalam memelihara kelestarian kesehatan tenaga kerja dalam segala bidang pekerjaan (American Asociation of Occupational Health Nursing)
Perawat kesehatan kerja mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unik individu, kelompok dan masyarakat di tatanan industri, pabrik, tempat kerja, tempak konstruksi, universitas dan lain-lain.
Lingkup praktek keperawatan kesehatan kerja mencakup pengkajian riwayat kesehatan, pengamatan, memberikan pelayanan kesehatan primer konseling, promosi kesehatan, administrasi management quality asurance, peneliti dan kolaburasi dengan komunitas.
Perawat gerontologi
Perawatan gerontologi atau gerontik adalah ilmu yang mempelajari dan memberikan pelayanan kepada orang lanjut usia yang dapat terjadi di berbagai tatanan dan membantu orang lanjut usia tersebut untuk mencapai dan mempertahankan fungsi yang optimal.
Perawat gerontologi mengaplikasikan dan ahli dalam memberikan pelayanan kesehatan utama pada lanjut usia dank keluarganya dalam berbagai tatanan pelayanan. Peran lanjut perawat tersebut independen dan kolaburasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Lingkup praktek keperawatan gerontologi adalah memberikan asuhan keperawatan, malaksanakan advokasi dan bekerja untuk memaksimalkan kemampuan atau kemandirian lanjuy usia, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan, mencegah dan meminimalkan kecacatan dan menunjang proses kematian yang bermartabat.
Perawat gerontologi dalam prakteknya menggunakan managemen kasus, pendidikan, konsultasi , penelitian dan administrasi.

Blog Keperawatan di Facebook