April 28, 2010

1 Askep Bersihan jalan napas tidak efektif

MASALAH KEPERAWATAN :
Bersihan jalan napas tidak efektif
PENGERTIAN :
Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi saluran pernapasan guna mempertahankan jalan napas yang bersih
TUJUAN :
Mengatasi masalah ketidakefektifan jalan napas
KRITERIA :
- Bunyi napas bersih (vesikuler)
- Irama dan kedalaman napas normal
- Tidak ada dispnea atau sianosis
- Klien tenang
- Istirahat tidur terpenuhi
- AGD dalam batas normal
- Secret encer dan mudah dilakuakn suctioning

DIAGNOSA KEPERAWATAN :
- Gangguan pola istirahat tidur b.d. kesulitan bernapas (pembengkakan sub mukosa hidung, vasodilatasi pembuluh darah)
- Bersihan jalan napas tidak efektif b.d. inflamasi trakheobronkial, edema dan peningkatan produksi sputum, menurunnya fungsi fisiologis saluran pernapasan, ketidakmampuan batuk, adanya benda asing (ETT, Corpus alienum)
- Kerusakan pertukaran gas b.d. perubahan membrane alveolar-kapiler
- Bersihan jalan napas tidak efektif b.d. obstruksi jalan napas, spasme jalan napas, penumpukan secret
TINDAKAN KEPERAWATAN :
- Kaji kepatenan jalan napas
- Kaji pengembangan dada, kedalaman dan kemudahan bernapas dan auskultasi bunyi paru
- Monitor tekanan darah, frekuensi pernapasan dan denyut nadi
- Monitor lokasi selang endotrakheal/ gudel dan fiksasi dengan hati-hati
- Perhatikan batuk yang berlebihan, meningkatnya dispnea, adanya secret pada selang endotrakeal/ gudel dan adanya ronchi
- Lakukan suction bila diperlukan, batasi lamanya suction kurang dari 15 detik dan lakukan pemberian oksigen 100% sebelum melakukan suction
- Observasi hasil pemeriksaan GDA
- Anjurkan untuk minum air hangat
- Berikan posisi yang nyaman (fowler/ semi fowler)
- Bantu klien untuk melakukan latihan batuk efektif bila memungkinkan
- Lakukan fifioterapi dada sesuai indikasi : Postural drainase, perkusi dan vibrasi
- Motivasi dan berikan minum sesuai dengan kebutuhan cairan (40-50 cc/kg BB/24 jam)
PENDIDIKAN KESEHATAN :
- Jelaskan penggunaanperalatan pendukung dengan benar (oksigen, pengisapan, spirometer, inhaler, dan intermitten pressure breathing/IPPB)
- Instruksikan pada klien dan keluarga kepada rencana perawatan di rumah (pengobatan, hidrasi, nebulisasi, peralatan, drainase postural, tanda dan gejala komplikasi, sumber-sumber di komunitas)
- Instruksikan klien mengenai batuk efektif dan teknik napas dalam untuk memudahkan keluarnya sekresi
- Ajarkan pada klien/ keluarga tentang pentingnya perubahan pada sputum (warna, karakter, jumlah dan bau)
TINDAKAN KOLABORASI :
- Berikan oksigen lembab sesuai program
- Berikan terapi sesuai program

1 comment:

Anton said...

Terima kasih mas, numpang copas ne, buat nyelesaikan tugas.

Post a Comment

Blog Keperawatan di Facebook